Selasa, 08 Juni 2010

Traveling ke Pasir Mukti yuks

Kebun Wisata Pasir Mukti (KaWePe) berada di daerah Citeureup Bogor. Dari Jakarta bisa ditempuh lebih kurang satu jam. Di sana banyak sekali tempat menarik yang dapat kita temui. Berikut beberapa di antaranya.

Kebun Buah
Kita bisa mengamati dan mempelajari aneka tanaman buah tropis untuk menambah wawasan pengetahuan. Kita juga dapat menikmati acara petik buah, yang merupakan salah satu acara andalan KaWePe.

Kebun Wisata Agro
Kebun Wisata Agro merupakan wisata yang ramah lingkungan dengan panorama hamparan sawah di antara kebun buah dan kolam ikan. Melalui wisata agro yang mendidik dan menghibur, kita akan diberikan pengenalan dan pengetahuan tentang pertanian.

Tambulampot
Tanaman buah dalam pot (Tambulampot) dibuat untuk menghemat area penanaman. Tersedia berbagai jenis tanaman buah, seperti jambu, belimbing dll. Tersedia juga paket pelatihan agrobisnis dan demo “tabulampot” bagi pengunjung.

Tanaman Anggrek
Aneka jenis anggrek seperti dendrobium, phalaenopsis, oncidium, cattleya serta aneka tanaman hias lainnya sungguh memikat mata. Tips dan demo perawatan diberikan kepada pengunjung. Anggrek tersebut bisa dibeli atau disewa untuk menghias rumah dan kantor.

Camping Ground
Lahannya lumayan luas dan berumput hijau di antara pepohonan dengan pemandangan asri kebun buah, hamparan sawah, aliran sungai dan bukit karang. Sangat pas untuk liburan keluarga, kegiatan retreat atau pun outbound.

Kolam Lumpur
Di kolam lumpur kita seakan kembali ke alam dan menjadi anak tani. Bisa juga mengikuti aneka permainan seperti tarik tambang, tangkap belut dan adu tinju di kolam lumpur, sungguh seru dan mengasyikkan. 


Alamat :  Jln. Raya Tajur Pasirmukti km 4, Citeuruep Bogor


 Intip yuks....







PETA 


HTM : Rp 15.000 
           Termasuk Minuman selamat datang, Bebas parkir, Asuransi kecelakaan.

Paket CERIA
Rp 55.000
HTM, Tenda & Alas terpal, Makan siang (box), tanpa pemanduan.
Min. 20 orang


Paket AgroPintar
Rp 75.000 
Pemanduan agropintar, Pemandu, Makan (box), Saung pertemuan.
Min. 20 orang


Selengkapnya klik Paket Pasir Mukti

Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan adalah aturan main yang ada pada perusahaan yang akan menjadi pegangan, merupakan salah satu alat pengendalian perilaku anggota oragnisasi agar berperilaku, berpikir dan memutuskan suatu masalah sesuai dengan kebutuhan organisasi. Hal ini dapat mendesain suatu citra dalam perusahaan, yang mampu mendorong kinerja perusahaan baik internal maupun image external.
Budaya perusahaan merupakan sistem kontrol sosial didalam organisasi sehingga anggota organisasi tersebut mempunyai satu kebudayaan yang relatif sama. Dengan kebudayaan yang relatif sama tersebut diharapkan berdampak pada perilaku dan ways of thinking para anggota yang lain. Pada akhirnya tujuan perusahaan akan dapat lebih efektif karena perusahaan berhasil menciptakan pengendalian sistem sosial terhadap anggotanya melalui budaya perusahaan, (M. Ridwan Jauhary, 2006)

Kutipan :
Bagaimana cara mengelola budaya perusahaan? Pengelolaan budaya perusahaan yang baik, jika setiap pekerja memahami , dan melaksanakannya, pada kehidupannya sehari-hari, maupun dalam pelaksanaan pekerjaan di kantor. Untuk mendapatkan budaya kerja perusahaan yang baik, maka atasan sebagai tokoh panutan merupakan hal yang tak dapat ditawar lagi. Sebagai pimpinan, maka pimpinan harus menjadi panutan, yang dapat dimulai dari hal-hal sepele, seperti datang paling pagi dan pulang paling lambat.....
Selengkapnya http://edratna.wordpress.com/2006/11/20/perlukah-budaya-perusahaan/

Nilai Perusahaan

Nilai Perusahaan meupakan persepsi investor terhadap perusahaan, yang sering kali dikaitkan dengan harga saham. karena harga saham yang tinggi membuat nilai perusahaan juga tinggi.
Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan price to book value. Price to book value yang tinggi akan membuat pasar percaya atas prospek perusahaan ke depan. Hal itu yang menjadi keinginan para pemilik perusahaan, sebab nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran pemegang saham juga tinggi,(Soliha dan Taswan, 2002). Dalam realitasnya, tidak semua perusahaan menginginkan harga saham tinggi (mahal), karena takut tidak laku dijual atau tidak menarik investor untuk membelinya. Hal ini dibuktikan dengan adanya perusahaan-perusahaan yang go public di BEJ melakukan stock split pemecahan saham) di bursa efek (ICMD, 2006). Oleh karena itu, harga saham harus dibuat seoptimal mungkin agar tetap menarik minat para investor. Karena jika harga terlalu rendah (murah), maka dapat menurunkan nilai perusahaan. sedangkan harga saham yang optimal dapat dicapai melalui serngkaian pengalaman managemen suatu perusahaan dalam menjual sahamnya di bursa efek.

Visi dan Misi

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan oleh organisasi.
Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan strategis, merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan suatu organisasi. Visi tidak hanya penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut.
Pada hakekatnya tidak ada visi organisasi, yang ada adalah visi-visi pribadi dari anggota organisasi.  Namun kita harus mampu merumuskan gambaran bersama mengenai masa depan, berupa komitmen murni tanpa adanya rasa terpaksa. Visi adalah mental model masa depan, dengan demikian visi harus menjadi milik bersama dan diyakini oleh seluruh anggota organisasi.

Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya. 
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang. (Sumber : Rencana Strategis Pusat Data dan Informasi Pertanian 2006-2009)

Contoh Visi dan Misi Perusahaan PT Industri Kemasan Semen Gresik

VISI PERUSAHAAN
Menjadi perusahaan industri kemasan / kantong
yang senantiasa mampu bersaing dan tumbuh berkembang dengan sehat

MISI PERUSAHAAN
  1. Menghasilkan laba yang pantas untuk mendukung pengembangan perusahaan serta memberikan deviden yang memuaskan bagi para pemegang saham
  2. Memproduksi berbagai jenis kemasan / kantong yang terkait dengan kebutuhan industri dan masyarakat dengan mutu, harga dan pasokan yang berdaya saing tinggi melalui pengelolaan yang profesional demi kepuasan pelanggan.
  3. Memberikan penghargaan kepada para pegawai melalui pemberian kesejahteraan yang memadai, penyediaan lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman, memberikan kesempatan untuk pengembangan karier serta melakukan inovasi.
  4. Menjalin kemitraan kerja sama dengan pemasok dan penyalur yang saling menguntungkan.
  5. Memberikan perhatian yang tulus kepada masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, dukungan pembinaan sosial dan lingkungan.


Sistem Pengendalian Manajemen

Studi kasus : Vershire Company

Pada tahun 1996 Vershire Company merupakan perusahaan pengemasan yang terdiversifikasi dengan berbagai divisi besar, termasuk divisi alumunium Can, salah satu perusahaan produsen kaleng minuman dari alumunium terbesar di Amerika serikat. Yang memberi laporan kepada manager umum divisi adalah dua manager lini, yaitu wakil pemasaran dan manufaktur. Kedua wakil presiden tersebut membawahi semua aktivitas divisi yang berada dalam area tanggung jawab mereka.

Adapun pusat pertanggung jawaban Virshire company  adalah sebagai berikut :
{     Pusat pertanggung jawaban Virshire company  adalah organisasi yang dipimpin oleh manajer pertanggungjawaban terhadap aktivitas yang dilakukan.
{     Pusat pendapatan adalah unit – unit pemasaran atau penjualan yang tidak bertanggungjawab atas harga pokok barang – barang yang mereka pasarkan.
{     Pusat beban atau biaya adalah pusat pertanggung jawaban yang inputnya diukur secara moneter namun outputnya tidak. Ada dua jenis pusat beban yaitu pusat beban tehnik dan pusat beban kebijakan.

1.      Latar Belakang Industri
Secara tradisional tempat minuman terdiri dari beberapa bahan baku sebagai berikut : alumunium, baja, gelas, fiber-foil (campuran kertas dan logam), atau plastik. Pada awalnya industri tempat minuman logam terdiri dari lebih dari 100 perusahaan yang memproduksi kaleng-kaleng alumunium dan baja berlapis timah.
Perusahaan independent yang membeli tempat minuman terutama adalah perusahaan waralaba Coca Cola dan Pepsi Cola, yang mewakili para pembuat botol indpenden dalam bernegosiasi dengan perusahaan – perusahaan peti kemas.   

Permasalahan
  1. Bagaimana Kompetisi internal di antara sector produksi dan departemen ?
  2.  Mengapa Manager pabrik bertanggung jawab atas laba yang diproyeksikan ?
  3. Bagaimana sistem perencanaan dan pengendalian virshire company dalam menanggapi kelemahan dan kelebihan yanga ada dalam perusahaan tersebut ?


1.1      Analisis SWOT Vershire Company

Adapun analisis swot vershire company adalah sebagai berikut adalah :

v     Strength
  1. Konsumen selalu menjadi perhatian utama
  2. kecepatan dalam menanggapi perbedaan anggaran produksi dengan biaya realitas produksi yang sedang dijalani.
  3. Inovasi terhadap campuran alumunium dan baja sehingga menjadi kemasan lebih ringan dapat mengurangi biaya transportasi dan memudahkan dalam pembentukan kemasan, pendaurulangan dan penggambaran pada kemasan.

v     Weakness
  1. Penyerahan laporan bulanan tidak terperinci, sehingga dapat dilakukan mark up terhadap biaya-biaya.
  2. Anggaran yang sudah disetujui akan sulit diubah kembali dengan menggunakan macam – macam biaya yang sudah dianggarkan dan biaya yang sesungguhnya.
  3. Kinerja manajemen hanya dilihat dari laba yang yang merupakan masa lalu dan tidak dilihat dari kualitas produk.

v     Opportunity
1.      Perusahaan  tetap terus meningkatkan kualitas dalam standar pengiriman maupun pelyanan agar konsumen tidak beralih ke pemasok lain.
2.      Mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk, standar pengiriman dan pelayanan pelanggan agar konsumen tidak beralih ke produsen lain.
3.      Meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan social masyarakat dan beroperasi di seluruh dunia dengan cara meminimalkan dampak terhadap habitat alam dan sumber daya hayati.


v     Treat
1.      Apabila divisi dalam memenuhi biaya dan spesifikasi pelanggan standar untuk pengiriman dan pelayanan pelanggan, konsumen akan pindah kepemasok lain.
2.      Keadaan ekonomi yang tidak menentu
3.      Adanya global warning


1.2      Strategi Pemasaran
Melakukan pertimbangan terhadap hal-hal yang terjadi, melihat pengaruh kondisi ekonomi yang terjadi, melakukan pembagian produk-produk yang akan dipasarkan, dan melihat posisi daerah yang akan dijadikan pemasaran. Kemudian, dilakukan promosi dengan mengikuti tender.

Perusahaan memiliki empat sasaran yaitu,
  1. Menilai posisi kompetisi setiap devisi dan membuat sejumlah tindakan perbaikan.
  2. Mengevaluasi tndakan-tindakan yang diambil untuk meningkatkan peran dipasar atau untuk merspon terhadap kegiatan para pesaing.
  3. Mempertibangkan pengeluaran modal yang diambil atau pengantian pabrik untk memperbaiki produk yang telah ada atau memperkenalkan produk baru .
  4. Mengembangkan perencanaan untuk memperbaiki efesiensi biaya, kualitas produk, metode pengiriman, dan layanan.

 Adapun strategi pemasaran dari vershire company adalah sebagai berikut :

v     Low cost strategy
Strategi fokus pada penawaran dengan harga yang kompetitif yang digabungkan dengan kualiatas produk yang baik dan konsisten serta pengirimannya yang mudah dan cepat serta proses pembayaran dan proses klaim apabila ditemukan cacat pada produk yang ditawarkan.

v     Complete customer solution strategy
 Strategi ini lebih menitikberatkn pada pembinaan hubungan jangka panjang yang baik dengan pelanggan. Kualitas, keunikan dan kelengkapan pelyanan menjadi prioritas utama.

v     System lock –in straregy
Strategi ini adalah bagaimana meraih pelanggan sebanyak – banyaknya, perusahaan melkaukan promosi yang sebesar – besarnya dan menerapakan diskon yang besar untuk produk utama tetapi memperoleh margin yang besar pada produk dan servis berikutnya.

v     Mengembangankan teknoologi yang lebih unggul dari pesaing.

TINJAUAN PUSTAKA

 2.1      Sistem yang diterapkan pada sistem pengendalian manajemen
Organisasi adalah Sebuah kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara terkoordinasi sebagai suatu kesatuan tersendiri untuk mencapai cita-cita, misi, atau tujuan.Strategi adalah Rencana tindakan umum jangka panjang yang mengarahkan perumusan kebijakan dan program –program tindakan organisasi.

Jenis-jenis pengendalian :

Ø      Pengendalian strategi adalah Semua metode dan analisis yang digunakan untuk memantau, mengevaluasi, dan  memodifikasi strategi dalam menyesuaian kegiatan-kegiatan organisasi dengan kebutuhan untuk bertahan hidup yang ditimbulkan oleh kekuatan-kekuatan luar yang terus menerus berubah.
Ø      Pengendalian organisasi adalah Mengarahkan sekumpulan variabel  ( mesin, orang, peralatan ) menuju sasaran yang telah ditetapkan.
Ø      Pengendalian tugas adalah proses untuk memastikan bahwa tugas yang spesifik dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Ø      Pengendalian manajemen adalah Semua metode, prosedur, dan sarana, termasuk sistem pengendalian manajemen , yang digunakan manajemen untuk memestikan dipatihinya kebijakan-kebijakan dan strategi-strategi organisasi.

2.2       Pengertian sistem pengendalian manajemen
Sistem pengendalian manajemen adalah Suatu proses dan struktur yang tertata secara sistematik yang digunakan manajemen dalam pengendalian manajemen.Manajemen adalah suatu organisasi yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersam-sama untuk mencapai tujuan bersama ( dalam organisasi bisnis tujuan utamanya adalah memperoleh tingkatan laba yang memuaskan ).
Pengendalian manajemen merupakan keharusan dalam suatu organisasi yang mempraktikkan desentralisasi. Salah satu pandangan berargumentasi bahwa sistem pengendalian manajemen harus sesuai dengan strategi perusahaan. Ini menyiratkan bahwa strategi pertama kali dikembangkan melalui proses formal dan rasional, dan strategi ini kemudian menentukan desain sistem manajemen perusahaan. Satu perspektif alternatif mengatakan bahwa strategi muncul melalui eksperimentasi yang dipengaruhi oleh sistem manajemen perusahaan. Menurut pandangan ini, sistem pengendalian manajemen dapat mempengaruhi perkembangan strategi. Kedua sudut pandang ini akan dibahas, beserta implikasinya dalam hal desain dan operasi sistem pengendalian manajemen.

Elemen-elemen sistem pengendalian :
  1. Detektor atau sensor yakni suatu alat untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi dalam suatu proses. Dalam contoh menyerang jalan di atas maka detektor atau sensor yang bekerja adalah indra penglihatan kita.
  2. Alat pembanding / assesor yakni suatu alat unuk menentukan ketepatan. Biasanya ukurannya dengan membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan. Dalam contoh diatas, assesor adalah otak yang bekerja membandingkan dengan standar bahwa seseorang bisa menyerang kalau jalan tidak ada kendaraan atau pada kondisi kendaraan tidak sibuk.
  3. Efektor yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu yang diperoleh dari assesor. Dalam contoh di atas, sebelah dibandingkan maka otak langsung mengambil keputusan apakah seseorang tersebut bisa menyerang atau tidak.
  4. Jaringan komunikasi yakni alat yang mengirim antara detektor dan assesor dan antara assesor dan efektor.

PEMBAHASAAN
3.1  Analisis permasalahan

1.    Kompetisi internal di antara sector produksi dan departemen.
Analisis permasalahan adalah dalam pengendalian manajemen terhadap petanggungjawaban pusat laba kurang adanya kerjasama antara sektor produksi dan departemen dalam menjalankan tanggung jawab setiap divisinya dan pelaporan sistem evaluasi kinerja Vershire Company yang kurang dalam membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang ditetapkan sebelumnya.

2.    Manager pabrik bertanggung jawab atas laba yang diproyeksikan
Analisis permasalahan dalam pertaggung jawab atas laba yang diproeksikan pada Vershire Company adalah kurang bertanggungjawabnya seorang manajer pabrik dalam menggapai laba yang diinginkan karena tidak memperhitungkan kinerja laba dan pertanggungjawaban operasional dalam hal membandingkan penjualan terhadap laba antar pabrik setiap perdivisinya.

3.    Sistem perencanaan dan pengendalian virshire company dalam menanggapi kelemahan dan kelebihan yanga ada dalam perusahaan
Analisis permasalahan dalam sistem perencanaan dan pengendalian menanggapi kelemahan dan kelebihan yang ada pada perusahaan Vershire Company. Sistem perencanaan dan pengendalian terhadap kelebihan Vershire Company, perusahaan lebih memperhatikan penyusunan kinerja pada bagian atas.  Kelemahan pada Vershire Company adalah kurang memperhatikan penyusunan dan pelaporan.

3.2  Pemecahan Masalah
1.         Kompetisi internal di antara sector produksi dan departemen.
Kompetisi internal di antara sektor produksi dan departemen seharungnya ada kerjasama antara sektor produksi dan departemen dalam menjalankan pertanggungjawaban setiap perdivisinya agar berjalan sesuai dengan yang diinginkan perusahaan terebut dan pelaporan sistem evaluasi kinerja Vershire Company dalam hal membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang ditetapkan sebelumnya.

2.         Manager pabrik bertanggung jawab atas laba yang diproyeksikan
Manager pabrik bertanggung jawab atas laba seharusnya seorang menager pabrik harus bertanggungjawab dalam pencapaian laba dimana manager pabrik bertanggungjawab terhadap operasional dan keuntungan pabrik serta kinerja laba yang telah diperhitungkan dengan membandingkan penjualan terhadap laba yang diperoleh antara pabrik. Hal ini proyeksi laba yang diinginkan akan tercapai dan manager pabrik akan bertanggungjawab.

3.      Sistem perencanaan dan pengendalian virshire company dalam menanggapi kelemahan dan kelebihan yanga ada dalam perusahaan
Kelebihan sistem perencanaan dan pengendalian yaitu sisten penyusunan ramalan pebjualan dari bawah keatas yang dapat menghasilkan kometmen untuk mencapai target yang ditetapkan kepada bawahan. Sedangkan kelemahannya yaitu Vershire Company hanya melaporkan secara sederhana lporan evaluasi kinerja untuk sebuah pabrik dengan menggunakan perhitungan selisih atau vaians yang kinerjanya tidak dapat menunjukkan sebab-sebab terjadiny selisih tersebut.


Kesimpulan
Vershire Company merupakan perusahaan pengemasan yang terdiversifikasi dengan berbagai devisi besar,
1.    Sistem evaluasi kinerja pada Vershire Company hanya melaporkan secara sederhana dengan membandingkan antara realisasi anggaran dengan anggaran yang telah ditetaptakn sebelumnya. Pertama ditentukan kinerja perusahaan secara keseluruhan yang merupakan selisih antara laba sesungguhnya yang dicapai dengan anggaran laba. Kemudian selisi ini dibagi kedalam selisih pendapat dan selisih biaya.
2.    Dalam setiap divisi, seorang manager pabrik harus bertanggungjawab dalam pencapaian laba karena manajer pabrik bertanggungjawab terhadap operasional dan keuntungan pabrik serta kinerja laba dihitung dengan membandingkan penjualan terhadap laba antar pabrik.
3.    Kelebihan sistem prencanaan dan pengendalian yaitu sistem penyusunan ramalan penjualan dari bawah ke atas yang dapat menghasilkan komitmen untuk mencapai target yang ditetapkan kepada bawahan. Sedangkan kelemahanya yaitu Varshire Company hanya melaporkan secara sederhana laporan evaluasi kinerja untuk sebuah pabrik dengan menggunakan perhitungan selisih atau varians yang kinerja tidak dapat menunjukkan sebab-sebab terjadinya selisih tersebut. 










Manajemen Keuangan

Keputusan pendanaan merupakan suatu fokus penting dalam managemen keuangan yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini. bila asumsi pasar persaingan sempurna dilonggarkan, tampak bahwa managemen memiliki informasi lebih baik daripada investor. pelonggaran asumsi memunculkan beberapa teori struktur modal berbasis informasi asimetris seperti agency theory, pecking order theory, dan signaling hypothesis.
Asymetric Information atau informasi simetris merupakan kondisi dimana suatu pihak memiliki informasi yang lebih banyak daripada pihak lain.
Agency Theory merupakan teori yang memperhatikan hubungan antara principal (pemegang saham) dengan agen-agennya (manager perusahaan). Teori ini meliputi sifat  biaya penyelesaian konflik kepentingan antara principal dengan agen.
Pecking Order Theory didasarkan atas dua argumentasi. Pertama, didasarkan pada urutan sumber pendanaan, hutang, dan penerbitan ekuitas baru. Kedua, ditujukan agar manager bertindak disiplin dalam memaximukan kemakmuran pemilik dan pemegang saham.
Signaling Theory merupakan proses penyampaian informasi yang baik mengenai perusahaannya kepada masyarakat luas. Bila manager dapat memberikan sinyal yang meyakinkan kepada publik, maka publik akan terkesan dan hal ini akan tercermin melalui harga sekuritas.

Senin, 10 Mei 2010

Sekilas tentang Pencitraan

Pencitraan adalah suatu image yang melekat pada suatu sesuatu, misalnya suatu perusahaan. apakah perusahaan tersebut memiliki pencitraan atau image yang baik atau buruk di mata masyarakat ataupun pekerjanya.
jika kita lihat sekilas dari sebuah pencitraan pada suatu perusahaan, tidaklah bisa dianggap sepele karenasebuah pencitraan akan menunjukkan budaya yang tertanam dan yang lebih penting adalah loyalitas konsumen maupun karyawan pada perusahaan tersebut.