Sabtu, 19 Juni 2010

Tugas Terjemahan Design Grafis


lebih dari 5 lipatan. Orientasi tersebut berbeda di antara garis pada pasangan lain yang tumbuh lebih kecil dari baris atas sampai bawah. Yang membuat pebedaan tersebut lebih sulit. Ini dimaksudkan untuk menstimulasikan pengamatan yang berorientasi pada perbedaan, yang pertama adalah hal yang tidak mungkin agar menjadi lebih mudah dengan berlatih.
Panel B mengukur kemampuan untuk mengerti bagian luar yang sangat kecil diantara garis colinear, sebuah kemampuan disebut Vernier Acuity (Fahle, Edelman and Poggio, 1995). Sebelum latihan, orang-orang bisa membuat sangat baik perbedaan-perbedaan di antara bagian luar. Tapi dengan latihan, kemampuan mengembangkan dengan dramatis (penghayatan). Pembuatan itu memungkinkan untuk membedakan diantara persamaan bagian luar yang paling tipis. Dalam pasangan garis luar yang lain pada suatu garis relatif untuk tumbuh lebih kecil dari baris atas sampai bawah. Ini membuat keputusan pada garis bagian luar lebih sulit. Ini dimaksudkan untuk memicu pengamatan tersebut yang berada di bagian luar (vernier) keputusan yang pertama sangat sulit, seperti salah satu bagian bawah, dengan latihan menjadi lebih mudah, seperti salah satu pada bagian atas.
Panel C menguji kemampuan untuk sebuah sorotan kecil, atau biasa disingkat ‘target’ hal yang dikelilingi pada sebuah halaman yaitu ‘background’ bentuk-bentuk elemen (Karni and Sagi, 1993). Keseluruhan percobaan, berorientasi pada 3 hal target beragam secara acak diantara horizontal dan vertikal; itu menentukan lokasi pada halam yang beragam juga. Para pengikut harus mengidentifikasikan orientasi. Pertama, mengkoreksi tampilan dibutuhkan target tersebut menjadi terlihat untuk lebih dari 130 msec. Setelah beberapa hari latihan, orang-orang hanya membutuhkan 30 msec pertunjukan untuk level tampilan yang sama.
Panel D menguji kemampuan untuk mengidentifikasi sebuah low-contast, wajah manusia pada bagian yang samar dengan pengacakan suara visual (Gold, Sekuler and Bennett, 1999). Kejernihan wajah relatif pada bagian atas dari ilustrasi panel tersebut dengan level contras orang-orang dibutuhkan untuk mengidentifikasi suatu wajah. Selebihnya, tampilan ditajamkan jadi setelah beberapa hari, orang-orang menjadi proficiant yang tinggi pada pengidentifikasian wajah seperti dengan kepolosan satu penglihatan di bagian bawah. Dipertengahan wajah menggambarkan  suatu pertengahan level profinsiensi, para pengikut menunjukkan part-way melalui eksperimen (percobaan).
Substansi ini memperbaiki pada tampilan visual juga tampak tertahan, mengakhiri sebanyak 2 tahun setelah terhentinya latihan (Karni dan Sagi, 1993). Selebihnya, memperbaiki perawatan menjadi spesifik tinggi untuk pertemuan potongan gambar visual selama pelatihan. Ketika orang-orang berlatih dengan potongan-potongan gambar tersebut, berkata, selalu tampil di bagian pertengahan kiri pada halaman visual, berlatih mendorong perbaikan tidak boleh secara menyeluruh untuk menguji potongan-potongan gambar di pertengahan kanan pada halaman visual (Shiu and Pashler, 1992; Karni and Sagi, 1991; Fahle, Edelman dan Poggio, 1995). Bijaksananya, ketika orang-orang dapat lebih baik dalam membedakan sebuah garis vertikal dari sebuah garis tilted yang tipis dari garis vertikal, memeprbaiki bukan memindahkan ke bagian lain, seperti beberapa pendekatan horizontal (Schoups, Vogels  dan Orban, 1995).
Perbaikan dalam vision tidak terbatas pada laboratorium. Orang-orang yang memiliki banyak waktu untuk meneliti visual membedakan perkembangan proficiency yang meninggalkan sejekan awestruck kami (Sowden, Davies and Rolling, 2000). Terkadang visual ini berkemampuan mengembangkan seperti bagian dari suatu hobby. Seperti menyaksikan burung atau berburu moth ; pengembangan lainnya dalam menghubungkan dengan beberapa pekerjaan. Mempertimbangkan hal dari jenis-jenis kelamin anak ayam secara profesional. Ayam-ayam adalah bisnis yang besar dalam banyak bagian di dunia. Petani yang berternak ayam untuk diambil telurnya tidak ingin memberi makan lebih banyak untuk dirinya kecuali keperluan yang mendesak. Suatu kesalahan, sampai berjam-jam untuk hatching, anak-anak ayam yang bermacam-macam disusun berdasarkan jenis kelamin, jadi yang berjenis kelamin laki-laki bisa tidak dinamakan. Di atas lahan yang luas, mengkhususkan, disebut “chick sexers (penggolongan anak ayam)”, melakukan pekerjaan ini dengan cepat dan teliti. Perjalan lebih dalam karir, suatu penggolongan mungkin mencapai 50 juta anak ayam, hanya membutuhkan waktu setengah menit per anak ayam. Melihat lebih bahu dari penggolong pada pekerjaan, itu sulit untuk figure out informasi visual apa yang digunakan. Tetapi, dengan sedikit bantuan dari ahli penggolong anak ayam, Biederman dan Shiffrar(1988) kode yang terpecahkan, mengizinkan mereka untuk mendidik orang-orang yang tidak pernah menggolongkan anak ayam sebelumnya. Orang-orang mendapatkan suatu penjelasan diagram sederhana dengan benar bagian apa pada seekor anak ayam  yang dilihat dan beberapa peraturan untuk mennggambarkan apa yang dilihat disana, hanya dengan model latihan, orang-orang baru tersebut dipindahkan masuk dengan penggolong anak ayam yang sudah mahir.
Pada Chapter 4 kamu menemukan bentuk-bentuk lainnyadari pembelajaran visual. Ingatkah bahwa anjing Dalmation yang memiliki sampuran corak hitam yang bagus dengan itu sebagai dasar? Kekurangan kamu dilihat sebelumnya, anjing tersebut dengan tanda yang kuat untuk dilihat. Tetapi nyatanya, dengan usaha dan prompting, anjing tersebut ditampilkan. Apa yang terjadi di otak untuk memindahkan yang tidak dapat diakui atau kesalahan pengakuan objek-objek dalam memasukkan beberapa pengakuan? Baru-baru ini, para peneliti sudah mulai untuk memahami bagaimana otak tersebut memutuskan dengan hal-hal dengan tanda yang sulit untuk diakui.
Menggunakan positron emission tomography untuk menggambarkan otak dalam beraksi, Dolan dan kawan-kawan (1997) memberikan orang-orang dengan 2 nada, hitam-dan-putih objek foto, memasukkan wajah-wajah. Seperti gambar-gambar yang sulit  untuk diakui karena semua bayang-bayang normal dari abu-abu sudah dihapus, tinggal ganbar dengan 2 tingaktan intensif yang extrim- hitam dan putih. Contohnya pada gambar-gambar mereka ditampilkan di kolom bagian sebelah kiri pada Figure 6.9. Dengan harapan, orang-orang menampilkan dengan lemah, kebenaran pengakuan hanya 55% pada wajah dan 13% pada sisa objek. Kemudian Dolan dan rekan-rekannya menunjukkan orang-orang normal, memudahkan untuk mengakui versi abu-abu pada 2 nada gambar. Dengan harapan, tampilan versi normal mendorong subsekuensi rata-rata pengakuan pada keaslian gambar hitam dan putih 87% untuk objek dan 93% untuk wajah.
Untuk identifikasi otak tersebut mengubah pengantar perbaikan ini, Dolan dan rekan-rekan membandingkan daerah dari aktivitas otak pada waktu awal, “tidak dididik”, menampilkan gambar untuk aktivitas didaerah itu pada waktu yang kedua, “Dididik”, menampilkan gambar yang sama. Dua perbedaan, bagian otak yang terpisah secara luas, cuping yang temporal dan bagian cuping tersebut, menunjukkan perubahan dengan pendidikan. Khususnya, perbaikan pengakuan pada wajah dan perbaikan pengakuan pada objek adalah hubungan untuk meningkatkan aktivitas di 2 daerah kecil pada porsi bagian dalam dari cuping yang tidak permanen. Mengutamakan belajar sudah menunjukkan bahwa neoron di wilayah ini merespon dengan mencegah agar dengan mudah mengakui wajah atau untuk menunjukkan dalam warna-warna normal mereka. Dalam penambahan, perbaikan pengakuan wilayah aktivitas di bagian cuping. Lebih cepat bekerja sudah menampakkan bahwa aktivitas wilayah ini berpartisipasi langsung dalam memperhatikan dan dalam menggambarkan visual secara keseluruhan.
Mencontoh dari aktivitas kepemimpinan Dolan dan rekan-rekan untuk menghipotesis bahwa memperbaiki kesalahan pengakuan timbal balik dari bagian cuping yang menyimpan representasi dengan mudah mengakui, menstimulasi full-grayscale. Timbal balik ini, mereka membantah, memperkuat respon-respon dari wajah atau objek-sensitif neuron pada cuping yang temporary. Kesalahan ini mengingatkan kami bahwa mengakui objek bawah melemahkan kondisi tampilan memanfaatkan dari wilayah gambar visual di memory.  Pengaruh jenis ini adalah sering digambarkan seperti “top-down”, dalam memesan untuk membedakannya dari pengaruh sensor, hal itu digambarkan seperti “bottom-up” (kamu bisa lihat pada penjelasan Chapter 1). Kami harus mengembalikan seperti pengaruh yang lalu di chapter tersebut. Untuk sekarang, walaupun pertimbangan objek mengakui dari perspektif otak, fokus pada hierarchy-cally itu menyusun wilayah visual yang meliputi pada identifikasi objek.

Cara Temporal dan Pengakuan Objek

Chapter 4 memperkenalkan kamu 2 aliran pada proses visual, aliran pariental (permanen) dan aliran temporal (tidak permanen). Mengulang bahwa aliran temporal terkadang menggambarkan seperti ahli vision “what” karena tanggung jawab yang utama tampak untuk menjadi objek yang diakui, memberitahukan kami apa yang kami lihat. (sesuai, aliran parietal adalah ahli “where”, menaruh informasi visual masuk ke sebuah spasi isi, memberitahukan kami dimana benda-benda itu berada, dan oleh sebab itu dimana kami beraksi langsung). Ingatkah, aliran temporan otak asli di V1, cuping occipital memiliki banyak wilayah. Peningkatannya melalui V2 dan V4, dan kemudian garis-garis occipital lobe’s ditebalkan dengan temporal lobe. Di sana, hal itu membuat hubungan synaptic pada bebrapa wilayah dari temporal lobe yang rendah, atau bagian dalam, pertengahan, yang diketahui seperti ferotemporal (IT) cortex.
Wilayah vast pada IT cortex adalah menempatkan untuk beberapa fungsi yang berbeda wilayah, selain itu dengan cell-cell yang lebih dari beberapa perbedaan yang terpisah pada rangsangan yang kompeks. Di beberapa wilayah, banyak neuron menanggapi secara vigorous ketika gambar suatu wajah jatuh sampai mewakili halaman neuron. Kami bisa menggambarkan wilayah ini sepeti “face-selective” (pemilihan wajah), tanpa menyatakan secara langsung bahwa ketika kami mengakui suatu wajah hanya cell-cell seperti wilayah ikut dalam pengakuan itu (Tovee, 1998).
Pertemuan garis pada tampilan bukti bahwa IT cortex bermain suatu aturan yang penting dalam pengakuan objek. Untuk selebihnya dari 3 dekade, itu menjadi pengetahuan bahwa kerusakan untuk wilayah ini dalam membuat monyet-monyet suatu defisit yang besar dalam pengakuan visual objek. Pada manusia, kerusakan inferotemporal mempunyai kesamaan efek pada pengakuan objek. Efek pada kerusakan inferotemporal tersebut adalah dengan mengkhususkan penghayatan ketika orang-orang harus mengakui pola visual yang kompleks bahwa tidak dapat dengan mudah mengkodekan dalam kata (Milner, 1968). Karena adanya kontribusi yang unik, IT corteks sudah menggambarkan seperti daerah otak ketika persepsi visual dihadapankan dengan memory dan gambaran (Miyashita, 1993).    
   Cortex meliputi IT terdapat hampir 1 – ke sepuluh dari masukan otak pada permukaan cortical.
   Bagian dari temporal lobe memungkinkan menghilangkan secara bergelombang dari otak manusia dalam memesan untuk menahan penyakit epilepsi yang tidak merespon terapi obat. Pada banyak bentuk epilepsi, ukuran cenderung untuk memulai pada temporal lobe. Pemindahan luka otak dengan memberhentikan tissue atau mengurangi meraih dalam banyak hal, ini  sebaliknya tidak disambut dengan hal-hal.

Mengulang bahwa neuron-neuron di daerah V1 merespon pola yang sederhana seperti baris-baris dan menghadap ke sudut/ujung. Dalam IT cortex, terkadang, sedikit neuron lebih berhadapan dengan baris dan sudut-sudut (Tanaka, 1997).  Sebaliknya, sebagian besar IT neuron menunjukkan lebih banyak pilihan yang kompleks, hanya dengan beberapa respon neuron ketika suatu objek yang spesifik seperti sebuah sikat, sebuah tanaman atau wajah seseorang digambarkan dalam pembuatan halaman. Pemilihan yang luar biasa ini sudah diketahui sejak perekaman pada aktivitas sigle cell di IT cortex  pertama dibuat oleh Charles Gross dan rekan-rekannya (see Gross, 1998). IT neuron memiliki halaman penerimaan yang besar (dalam membandingkan neuron V1), maksudnya bahwa mereka akan merespon suatu tampilan objek dimanapun sampai suatu daerah halaman visual yang luas.
Lihat kembali ke Figure 6.3, dengan ruangan yang penuh kursi. Seperti kami menandakan, bahwa gambar mengilustrasikan beberapa tantangan pengakuan visual dihadapi secara efektif. Orban Guy meneliti grup di Leuven (Belgium) sudah menunjukkan bahwa beberapa neuron di IT mengatasi beberapa tantangan yang sama. Mengambil occlusion, contohnya. Seperti Figure 6.3 diilustrasikan, occlusion tidak menutup pengakuan yang tepat pada objek. Dalam dunia 3 dimensi kami, hal ini menjadi penting – dalam pemandangan dunia nyata, objek biasanya meng-occlude satu hal lainnya. Kovacs, Vogels dan Orban (1995) menunjukkan bahwa banyak neuron di seekor cortex IT monyet yaitu tidak cenderung oleh occlusion pada bagian stimulus optimum mereka.
Figure 6.3 juga mengingatkan kami bahwa kami bisa mengakui suatu objek meskipun memiliki jenis variasi yang besar dalam ukuran gambar retinal pada objek tersebut (pembuatan variasi seperti yang kami tampilkan dari perbedaan jarak). jenis yang sama pada ukuran yang tidak bervariasi yaitu dilihat pada tingkat cell secara individu dalam IT coretx (Sary, Vogelsdan Orban, 1993).
Secara keseluruhan, pengakuan yang kami mengizinkan kami untuk mengkategorikan objek untuk merubah derajat pada spesifikasi, menyusun dari anggota kelas yang umum untuk suatu instansi yang spesifik pada suatu subkelas objek. Jadi, dengan beberapa usaha kamu bisa membawa setiap kursi dalam ruangan, perjanjian mereka semua seperti anggota pada suatu kelas yang umum. Tapi kamu juga bisa membuat variasi perbedaan yang lebih baik, membawa kursi yang sudah dibuat celah dibelakangnya, contohnya (anggota dari suatu bagian subkelas).    
Neuron individu dalam cortex inferotemporal sepertinya juga bisa memberikan tingkatan informasi yang berbeda tentang objek. Sugase dan rekan-rekan (1999) merekam dorongan urutan neural didapat dalam otak monyet ketika wajah ditampilkan pembuatan halaman pada “wajah” neuron. Tampilan yang diuji dimasukkan wajah manusia, wajah monyet, dan objek geometri yang sederhana seperti lingkaran-lingkaran dan kotak-kotak. Lebih dari itu, dalam mengupulkan wajah manusia dan monyet diatur berdasarkan penegasan wajah dengan ekspresi emosi mereka: netral, mengejutkan, marah, dan lain sebagainya. Ketika Sugase dan rekan-rekannya menguji waktu latihan aktivitas neural dibangkitkan dengan figure yang bervariasi, mereka menemukannya,  selama beberapa saat sedikit neuron, kecepatan dan kelambatan porsi dari suatu aktivitas neuron memberikan informasi tentang aspek-aspek perbedaan dari stimulus. Aktivitas neural memicu 50 msec diikuti stimulus sehingga memberikan informasi tentang keseluruhan kelas objek di pembuatan halaman neuron. Bagian ini merespon neuron, lain kata, bisa mendiskriminasi apakah stimulus adalah wajah monyet, manusia, atau objek geometrik. Bagaimanapun, aktivitas awal ini tidak memberikan alasan tentang keistimewaan stimulus. Nyatanya, aktivitas didapatkan kira-kira 100 milliseconds yang lalu yaitu memilih untuk gambar yang rinci, seperti memberikan ekspresi pada wajah. Sugase dan rekan-rekannya percaya bahwa kemungkinan suatu fungsi yang signifikan pada waktu tiba antara aktivitas neural berhubungan ke suatu identifikasi global pada gambar dan rinciannya yang bagus. Kamu boleh seperti cara awal, informasi global untuk bagian atas objek pada email, yang menyediakan sesuatu yang umum, tampilam yang tidak rinci pada apa yang diikuti, meninggalkannya untuk kemudian aktivitas neural diisi dengan rinci.  
Trik Baru Mempelajari Old IT Neutron, kamu sudah siap mempelajari bahwa visi manusia yaitu bisa mendidik, diantara tanda lain yg dipelajari, latihan menampilkan (atau sejauh tempat pertunjukan) pengakuan visual. Disini kami hanya akan mempertimbangkan  2 bentuk secara transparan bahwa neuron IT menunjukkan (bentuk lain akan menjadi gambaran masa lalu di bagian tersebut).
Mengulang demonstrasi Dolan (Figure 6.9) bahwa suatu pandangan sekilas yang pendek  dari suatu gambar abu-abu dapat dirundingkan singkat agar diakui atas suatu tampilan yang tidak dapat diakui, hanya versi hitam dan putih dari gamber tersebut. Teknik tersebut digunakan agar didemonstrasikan, fungsi neuroimaging, menilai aktivitas jutaan neuron, tetapi tidak menilai apa yang terjadi secara individu neuron. Untuk mengambil tampilan lebih microscop, Tovee, Rolls dan Ramachandran (1996) mendemonstrasikan apa yang menjadi anlog suatu neural pada kebiasaan observasi Dolan. Tovee dan rekan-rekannya mengukur respon IT cortical neuron pada monyet membangkitkan melalui gambar-gambar yang kuat, hitam dan putih hanya ungkapan buatan merekayang kuat untuk manusia-manusia agar diakui. Kemudian, ikutilah prosedur Dolan, mereka mempersembahkan sesuatu yang penuh, mudah diakui, versi grayscale pada gambar. Ketika hanya versi hitam dan putih ditunjukkan lagi mereka mendapatkan tanggapan aktivitas lebih dari mempelajari neuron yang sama sebelum pelatihan. Dolan memperkuat dengan hitungan, kesalahan mempelajari 1-shot pada suatu tingkatan neuron individu.
Di demonstrasi lainnya secara transparan pada IT cortical neuron, Kobatake, Wang dan Tanaka (1998) menilai respon neuron saat seekor monyet mencoba untuk mengakui stimulus dari suatu letak gambar geometri yang kompleks/rumit. Pada percobaan yang lain, satu dari 28 gambar dipersembahkan, dan kemudian, setelah sesuatu tiba, gambar yang sama tampil lagi, tapi saat ini selama dengan 3 gambar lainnya. tugas monyet-monyet adalah untuk mengidentifikasi stimulus bahwa sudah diulang, suatu tugas standar pengakuan. Untuk membuat tugas yang lebih sulit, Kobatake tetap menunda lebih lama, dari 1 sampai 16 second. Dengan latihan, pengakuan monyet ditampilkan bahkan pada penundaan yang paling lama. Kebiasan ini merubah latihan monyet yaitu diusahakan dengan merubah pada respon IT cortical neuron. Membandingkan neuron dengan monyet yang tidak dilatih, latihan menyebabkan respon neuron menjadi lebih berbeda dari satu dengan yang lainnya. dengan kata lain, latihan membuat respon variasi stimulus lebih secara jelas berbeda dari yang lainnya daripada mereka yang memprioritaskan untuk berlatih. Dengan dugaan, perbedaan dari respon pada tingkat single cell membantu untuk meningkatkan kemampuan membedakan pada tingkat perlakuan.
Tetapi aliran ventral dan daerah IT tidak masuk dalam cerita pada pengakuan objek; objek-objek juga menyatakan secara tidak langsung, dan membangun aksi, kami mengandalkan langit pada aliran dorsal (Colby dan Goldbergg, 1999). Kotak 6.1 menawarkan satu perspektif atas hubungan antara objek dan aksi-aksi yang mereka dapatkan.
Sekarang kami tampilkan beberapa dasar fakta tentang pengakuan objek dan beberapa diantaranya dibawah mesin neural, kami dapat menawarkan apa yang kami pelajari untuk 2 kategori pada objek yang kami layani setiap hari – wajah dan mencetak kata-kata – sebaiknya sesuatu yang tidak biasa dikategorikan pada objek yang kamu tidak pernah lihat sebelumnya, para pembuat komputer-umum menyebutnnya “greebles”.


Wajah
Kurangnya perhitungan terhadap objek kami tidak layani pada saat kami beraktivitas setiap hari, satu kategori diluar objek: wajah manusia. Hal itu tidak mngejutkan, padahal, wajahnya beranggapan yaitu sesuatu  fokus yang utama pada penelitian atas pengakuan objek.
Kami akan mulai diskusi kami tentang pengakuan wajah dengan penjelasan yang ringkas, singkatnya hanya bagaimana sebaiknya kami menugaskan ini (dan bagaimana buruknya kami bisa menjadi ketika wajah ditunjukkan di anggapan yang ganjil). Kemudian kami akan menetapkan satu dari banyak sindrom bizarre pada neurologi, salah satu kerugian otak mengacaukan kemampuan untuk mengakui wajah yang familiar/tidak asing.

Pengetian wajah / Pengertian Ingatan Raja Macbeth Shakespear menulis dengan ijak bahwa “tidak ada seni menemukan susunan ingatan pada wajah” (I. Iv). Dengan kata-kata ini Macbeth mengantisipasi apa yang para peneliti sudah tetapkan pada berabad-abad lalu: 1) wajah seseorang menunjukkan kelengkapan tanda-tanda yang dapat diandalkan tentang mood per individu, karakter dan tujuan, dan 2) kami semua berharap pada bacaan wajah.
Wajah manusia berbicara isi tentang seseorang. Itu dengan andalan memberitahukan kami apakah orang tersebut laki-laki atau perempuan (Bruce., 1993); apakah orang sedang merasa senang, sedih, marah, bersinar atau terkejut (Ekman, 1984; de Gelder, Teunisse dan Benson, 1997); apakah orang tersebut muda atau tua (George dan Hole, 1995); dan apakah orang tersebut.

KEMAMPUAN OBJEK
Objek menunjukkan apa James Gibson (1979) mengistilahkan “affordances” yang bisa menjadi uraian seperti undangan dari objek agar mengerjakan hal-hal dengan mereka. Aktivitas “affordances” yang spesifik dengan suatu objek yaitu memerintahkan dengan suatu struktur karakter objek. Beberapa objek didesign untuk melengkapi suatu bagian yang didapat, tetapi penawaran lain hanya didapat karena bentuk alami dan ukuran mereka. Sebuah kursi dapat menduduki, tetapi juga suatu batang yang jatuh atau suatu langkah ke depan. Terlebih lagi, sebuah pemberian objek bisa memiliki beragam kemampuan. Sebuah cangkir, contohnya, menrancang untuk memberitahukan cairan di mulutmu, tetapi kamu juga bisa menggunakannya untuk bidang yang kotor. Untuk memegang pensil atau untuk menjebak seekor serangga kecil.
Beberapa psikolog berkonsentrasi pada identifikasi kemampuan objek dan hubungan mereka untuk karakteristik fisik pada objek-objek tersebut. Contohnya, ketika objek datang untuk memutuskan ukuran isi – seperti box-box, botol-botol dan kaleng-kaleng – orang-orang dewasa cenderung fokus dengan beratnya pada berat isi ketika diputuskan isinya. Jadi, suatu tipe bumbu botol tingginya 10.2 cm yaitu diputuskan lebih besar daripada botol biasanya pada makanan bayi tingginya 7.7 cm, terkadang botol makanan bayi digenggam lebih besar (Raghubir dan Krishna, 1999). Seperti kamu bisa membayangkan, analisis pasar dan design produk adalah dengan meningkatkan ketekunan dalam memutuskan kemampuan jenis ini, yang tidak ragu untuk mempengaruhi keputusan penjualan.
Konsep pada kemampuan ingatan kami bahwa objek yang diakui dilayani dengan tujuan yang biasanya. Kami tidak hanya mengakui objek tersebut di meja seperti suatu CD (compact disk); kami meneliti, mengantarkan, memasukkannya ke dalam CD drive dan mendengarkan dan mendengarkannya. Rekasi tingkah laku kami untuk objek, kemudian, dibutuhkan menjadi menjahit untuk mengerti kualitas struktur objek-objek tersebut. Jadi, ketika kamu mencari CD tersebut, kamu mulai menyesuaikan untuk bentuk lingkaran sebelum kamu jadi membuat hubungan dengannya. Pada momen kamu menggrasp-nya, penglihatan sudah mulai mengestimasi (menilai) dimensi objek. Seperti kesalahan jarak antara ­menggrasp jarimu yaitu hanya agak sedikit lebih besar daripada diameter CD. Dan hal itu tidak hanya membentuk penglihatan dipertimbangkan. Kamu mengerti apakah suatu objek padat dan sturdy (contohnya, bola billiard) dan, olehsebab itu, bisa menjadi grasp secara tetap, atau apakah hal itu kurus dan fragile (contohnya, sebutir telur yang masih fresh) dan harus menanggulangi dengan kepedulian. Vision memberikan kami apakah suatu objek bertongkat/stik atau licin, kasar atau lembut, ringan atau berat, bahaya atau aman. Ketika kamu memanjat suatu letak pada tangga yang kamu tidak pernah jadikan sebelumnya, vision memberitahukan kamu ketika dan seberapa tingginya untuk mengangkat kakimu (Warren, 1984).
Memberikan hubungan yang akrab ini diantara objek yang diakui dan objek affordance, hal itu natural untuk asumsi  bahwa tanggapan kami terhadapa suatu objek akan setuju dengan reaksi motor kami untuk objek-objek tersebut. Jika satu koin terlihat lebih besar dari pada yang lainnya, kamu akan merentangkan jari-jari lebih jauh terpisah untuk grasp yang lebih besar terlihat koin dengan ujung-ujungnya. Kebenaran itu jika terdapat dua koin yaitu secara sungguh-sungguh membedakan ukuran. Tetapi tujuan konin-koin tersebut secara nyata sebanding pada ukuran tetapi hanya terlihat berbeda. Apa yang akan terjadi kemudian? Sebelumnya seorang tamu berspekulasi, kamu berkesempatan untuk mengetahui bagaimana hal itu memungkinkan untuk membuat dua putaran objek yang sebanding dalam ukuran yang terlihat berbeda. Kami akan memberitahukan kamu bagaimana hal ini dikerjakan, kemmudian memberitahukan kamu apa yang tangan kamu kerjakan ketika kamu pergi ke grasp koin-koin tersebut.
Gambar berusaha ditunjukkan satu dari ilusi yang paling terkenal dalam psikolog, ilusi Ebbinghaus. Jika kamu seperti kebanyakan orang, kamu akan menghakimi sekeliling disk melalui lingkaran kecil menjadi lebih besar dengan diameter dari pada sekeliling disk tersebut melalui lingkaran yang lebih besar. Kenyataanya, mereka sebanding dengan diameter (sebagaimana kamu bisa mengkonfirmasi penggunaan sebuah penggaris). Terlebih dibandingkan kepanikan tentang bagaimana ilusi ini terjadi, andaikan kamu bertanya secara sederhana untuk menemukan dan mengantarkan 1 disk, meletakkannya disisi dan kemudian mengantarkannya ke disk lain. Seberapa jauh bagian hanya akan kamu sesuaikan dengan jari-jarimu sebelum meng-grasp disk yang lain?
Selanjutnya membayangkan bahwa kamu tidak diberiitahukan apapun tentang ukuran yang sebenarnya pada dua disk tersebut. Semua tanganmu mengetahui apa sistem visualmu memberitahukannya, jadi hal itu tetap dijadikan alasan bahwa grasp-mu yang lebar akan berbeda untuk 2 disk. Pada hal ini, walaupun demikian, alasan yaitu kesalahan kepemimpinan.


0 komentar:

Posting Komentar