Sabtu, 19 Juni 2010

Kisi - Kisi Midtest


1.     Sebutkan 2 kaidah didalam hukum islam?
Jawab:
a.     Ibadah (Habluminallah)
Kaidah hukum yang berlaku adalah semua hal dilarang kecuali ada ketentuan dalam AlQuran & hadis
b.     Amalah/Muamalah (Habluminanas)
Kaidah hukum yang berlaku adalah semuanya diperbolehkan kecuali ada dalil yang melarangnya.

2.     Sebutkan 3 hal penyebab transaksi dikatakan terlarang menurut islam?
a.     Haram zatnya
Barang/jasa yang diperjualbelikan terlarang
Contoh: jualbeli daging babi,jual beli barang curian,Minuman keras dll
b.     Haram selain zatnya
-AN TARBIDDIN MINKUM
     Transaksi berdasarkan prinsip kerelaan antara 2 belah pihak
              *complete information
              *asymetris information 
- LATAZHLAMUNA WALA TUZHLAMUN
     Jangan mendzalimi dan jangan didzalimi
              *Rekayasa pasar dalam suply
                        +Menimbun barang
                        +Menjual dengan harga tinggi
              *Rekayasa pasar dalam demand
+seolah-olah permintaan banyak padahal penawaran    tetap
+Goreng saham dalam pasar surat berharga
-TAGHRIR (GHARAR)
     Mengubah informasi pasti menjadi tidak pasti
              *system ijon penjualan padi(kuantitas)
*system ijon penjualan anak sapi yg masih dalam kandungan(kualitas)
*Kredit Rumah yang tidak jelas cicilanya
*waktu penyerahan barang
c.      Tidak sah/lengkapnya akad
Transaksi dapat dikatan tidak sah dan/atau tidak lengkap akadnya bila terjadi salah satu factor” berikut:
*Rukun dan syarat tidak terpenuhi
          -pelaku
          -objek(barang dan jasa)
          -ijab-kabul
*Terjadi Ta’alluq
          Terjadi bila kita dihadapkan pada dua akad yang saling dikaitkan, dimana berlakunya akad 1 tergantung akad 2
*Terjadi “two in one”
          Terjadi apabila 1 transaksi diwadahi oleh 2 akad

3.     Sebut dan jelaskan jenis-jenis riba?
a.     Riba fadi(riba buyu)
Riba yang timbul akibat pertukaran barang sejenis yang tidak memenuhi criteria kualitasnya(mistlan bin mislin), sama kualitasnya (sawaan bi sawain), dan sama waktu penyerahan(yaddan bi yadin)
b.     Riba nasi’ah(Riba duyun)
Muncul dikarenakan barang yang diserahkan sekarang beda dengan barang yang diserahkan kemudian.
- Riba yang timbul akibat transaksi yang tidak memenuhi criteria untung muncul bersama resiko(al ghunmu bii ghumi),
- Hasil usaha muncul bersama biaya(al kharaj bi dhaman)
c.      Riba Jahillyah
Hutang yang dibayar melebihi dari pokok pinjaman,karena sipeminjam tidak mampu mengembalikan dana pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan.

4.     Jelaskan menurut anda mengapa ekonomi syariah di Indonesia Belum mengalami perkembangan yang cukup pesat?
Jawab:
(yang ini improvisasi ya kawan)

5.     Sebut dan jelaskan unsur-unsur Laporan Keuangan syariah

Tugas Akuntansi Syariah

PENDAHULUAN
BAB I

Latar Belakang
Sudah sepuluh tahun lebih bank syariah di Indonesia beroperasi. Meskipun memiliki potensi yang besar dan terus mengalami peningkatan, dalam perjalanannya tak lepas dari beberapa kendala. Salah satunya adalah pemahaman masyarakat mengenai sosok dan layanan bank syariah itu sendiri dan ketersediaan sumber daya manusia yang mengerti soal perbankan syariah.
Perbedaan yang mencolok antara bank konvensional dengan sistem bank syariah adalah sistem bank syariah tidak menerapkan sistem bunga, akan tetapi sistem bagi hasil (mudharabah), dimana nasabah bank syariah akan memperoleh nisbah atau memperoleh presentase bagi hasil yang tertera dalam perjanjian sebelumnya.
Di Indonesia pelopor perbankan syariah adalah Bank Muamalat Indonesia. Berdiri tahun 1991, bank ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah serta dukungan dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Bank ini sempat terimbas oleh krisis moneter pada akhir tahun 90-an sehingga ekuitasnya hanya tersisa sepertiga dari modal awal. IDB kemudian memberikan suntikan dana kepada bank ini dan pada periode 1999-2002 dapat bangkit dan menghasilkan laba. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan.
Saat ini ada bank umum yang juga menjalankan sistem syariah yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, Bank Syariah Mega Indonesia, Bank Bukopin Syariah, Bank Danamon Syariah, Bank Rakyat Indonesia (Persero) dan Bank swasta nasional: Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Tbk). Sistem syariah juga telah digunakan oleh Bank Perkreditan Rakyat, saat ini telah berkembang 104 BPR Syariah.
Sedangkan Bank Syariah Muamalat Indonesia merupakan satu-satunya bank yang berkomitmen dengan satu jalan atau hanya menganut sistem keuangan syariah saja. Saat ini keberadaan bank syariah di Indonesia telah di atur dalam Undang-undang yaitu UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Salah satu bank yang menjadi pembahasan kami adalah BNI syariah karena mereka memiliki visi dan misi yang menarik.



PEMBAHASAN
BAB II

BNI SYARIAH

2.1 Sejarah BNI Syariah
Sistem Syariah yang terbukti dapat bertahan dalam tempaan krisis moneter 1997, meyakinkan masyarakat bahwa sistem tersebut kokoh dan mampu menjawab kebutuhan perbankan yang transparan. Berdasarkan hal itu dan mengacu pada UU no 10 Tahun 1998, mulailah PT Bank Negara Indonesia (Persero ) merintis Divisi Usaha Syariah.
Berawal dari 5 kantor Cabang di Yogyakarta, Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin yang mulai beroperasi tanggal 29 April 2000, kini BNI Syariah memiliki lebih dari 20 Cabang di seluruh Indonesia. Untuk memperluas layanan pada masyarakat, masing-masing kantor cabang utama tersebut membuka kantor-kantor cabang pembantu syariah (KCPS), sehingga keseluruhan kantor cabang syariah sampai tahun 2007 berjumlah 54 buah. Selanjutnya berlandaskan peraturan Bank Indonesia No 8/3/ PBI/2006 tentang pemberian ijin bagi kantor cabang Bank konvensional yang memiliki unit usaha syariah untuk melayani pembukaan rekening produk dana syariah, BNI Syariah merespon ketentuan ini dengan cara bersinergi dengan cabang konvensional guna melakukan “office channelling”. Hingga saat ini outlet layanan syariah pada kantor cabang konvensional berjumlah 636 outlet.
Visi
Menjadi Bank Syariah yang unggul dalam layanan dan kinerja dengan menjalankan bisnis sesuai kaidah sehingga insya Allah membawa berkah.
Misi
Secara istiqomah melaksanakan amanah untuk memaksimalkan kinerja dan layanan perbankan dan jasa keuangan syariah sehingga dapat menjadi bank syariah kebanggaan anak negeri.
2.2 Prinsip Operasi Bank Syariah
Bank Syariah menganut prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Prinsip Keadilan
 Prinsip ini tercermin dari penerapan imbalan atas dasar bagi hasil dan pengambilan margin keuntungan yang disepakati bersama antara Bank dan Nasabah.
2. Prinsip Kemitraan
 Bank Syariah menempatkan nasabah penyimpanan dana, nasabah pengguna dana, maupun Bank pada kedudukan yang sama dan sederajat dengan mitra usaha. Hal ini tercermin dalam hak, kewajiban, resiko dan keuntungan yang berimbang di antara nasabah penyimpan dana, nasabah pengguna dana maupun Bank. Dalam hal ini bank berfungsi sebagai intermediary institution lewat skim-skim pembiayaan yang dimilikinya.
3. Prinsip Keterbukaan
 Melalui laporan keuangan bank yang terbuka secara berkesinambungan, nasabah dapat mengetahui tingkat keamanan dana dan kualitas manajemen bank.
4. Universalitas
 Bank dalam mendukung operasionalnya tidak membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan agama dalam masyarakat dengan prinsip Islam sebagai rahmatan lil'alamiin.

2.3 Kegiatan usaha bank syariah
1. Penghimpunan Dana:
 Dana yang ditempatkan nasabah di Bank Syariah dalam bentuk Simpanan atau Investasi berdasarkan Akad antara Bank Syariah dan Nasabah yang bersangkutan.
• Simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh Nasabah kepada Bank Syariah dan/atau UUS berdasarkan Akad wadi’ah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah dalam bentuk Giro, Tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
• Tabungan adalah Simpanan berdasarkan Akad wadi’ah atau Investasi dana berdasarkan Akad mudharabah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan/atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu.
• Deposito adalah Investasi dana berdasarkan Akad mudharabah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan Akad antara Nasabah Penyimpan dan Bank Syariah dan/atau UUS.
• Giro adalah Simpanan berdasarkan Akad wadi’ah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah pembayaran lainnya, atau dengan perintah pemindahbukuan.
• Investasi adalah dana yang dipercayakan oleh Nasabah kepada Bank Syariah dan/atau UUS berdasarkan Akad mudharabah atau Akad lain yang tidak bertentangan dengan Prinsip Syariah dalam bentuk Deposito, Tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
2. Penyaluran Dana (Pembiayaan)
 Pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa:
• Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;
• Transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;
• Transaksi jual beli dengan memperoleh keuntungan dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna;
• Transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh; dan
• Transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan/atau UUS dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan/atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi hasil.
2.4 Tujuan utama manajemen PT BNI
Tujuan utama manajemen PT BNI dalam pengembangan Bank Syariah :
 Dalam rangka menjadi Universal Banking perlu mengakomodir kebutuhan masyarakat yang ingin menyalurkan keuangannya melalui perbankan syariah serta sebagai alternatif dalam menghadapi krisis yang mungkin timbul dikemudian hari, mengingat kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah tidak terkena negatif spread seperti yang dialami oleh Bank-Bank konvensional.
2.5 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional
 Yang membedakan antara bank syariah dengan bank konvensional adalah, bahwa bank syariah beroperasi dengan berlandaskan prinsip syariah Islam yang dalam konteks bank terdapat 4 hal pokok yang tidak diperkenankan yaitu maisir, gharar, riba dan bathil.
- Maisir yaitu transaksi yang mengandung unsur perjudian, atau spekulasi yang tinggi. Dengan demikian bank syariah tidak diperkenankan melakukan transaksi pada sektor atau bidang dengan tingkat spekulasi yang tinggi atau judi.
- Gharar adalah transaksi yang mengandung ketidak jelasan, tipuan dari salah satu pihak sehingga pihak yang lain dirugikan. Sehingga untuk melaksanakan prinsip ini perbankan syariah dituntut untuk transparan, senantiasa terbuka dalam setiap saat melakukan transaksi.
- Riba telah diputuskan oleh fatwa MUI bahwa interest adalah salah satu bentuk riba dan hukumnya haram, sehingga bank syariah tidak dijinkan untuk mengelola keuangan berdasarkan prinsip interest/bunga.
- Bathil adalah transaksi yang dilakukan dengan ilegal. Dengan demikian bank syariah senantiasa melaksanakan transaksi dengan dasar hukum yang jelas dan legal.
2.6 Hubungan antara BNI Syariah dengan BNI
 Secara organisasi, BNI Syariah merupakan salah satu unit dari BNI secara keseluruhan, dengan kata lain direktur BNI Syariah dengan BNI masih sama. BNI Syariah juga memanfaatkan jaringan BNI konvensional seperti ATM dan sebagian cabang, sehingga meskipun jumlah Cabang Bank Syariah masih sedikit, tapi dengan memanfaatkan jaringan ini nasabah BNI Syariah tidak perlu khawatir jika berada di tempat yang jauh dari lokasi cabang BNI Syariah.
 Perlu digariskan di sini bahwa untuk pengelolaan dana masyarakat dilakukan terpisah antara BNI Syariah dan BNI konvensional. Dengan kata lain dana masyarakat yang disimpan di BNI Syariah diperuntukkan hanya untuk pembiayaan di BNI Syariah, dan sejak awal pembukaan rekening telah dibukukan secara terpisah. Hal ini untuk menjamin pengelolaan dana masyarakat di BNI Syariah dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

2.7 Kelebihan sistem syariah dibandingkan dengan sistem konvensional

 Kelebihan sistem syariah dibanding sistem konvensional baik dari segi hukum agama maupun benefit adalah bahwa usaha syariah adalah berdasarkan Syariat Islam, yang mengkedepankan rasa keadilan dan transparansi dalam melakukan transaksi/deal dengan nasabah misalnya dalam pengambilan keuntungan (margin) serta bagi hasil, sedangkan dari segi benefit diharapkan akan lebih memberikan barokah atau ketentraman bathin bagi para nasabah yang menggunakannya.
2.8 Keunggulan BNI Syariah
1. Dual System Bank : BNI Syariah saat ini didukung oleh sistem Informasi Teknologi yang modern dan jaringan transaksi yang sangat luas di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan jaringan Kantor Cabang BNI.
 Sebagai suatu unit usaha dari PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk, BNI Syariah didukung dengan teknologi dan jaringan yang unggul sebagai bagian dari Bank dengan coverage nasional bahkan internasional.
2. Syariah Chanelling Outlet (SCO) : cabang-cabang BNI konvensional yang bersinergi dengan BNI Syariah untuk memberikan layanan pembukaan rekening syariah.
 Awal office channeling BNI Syariah dimulai 21 April 2006 pada 29 kantor cabang utama BNI di wilayah Jabotabek.Nasabah BNI Syariah dapat memiliki rekening syariah dengan melakukan pembukaan rekening di 54 Kantor Cabang BNI Syariah dan lebih dari 600 Kantor Cabang BNI. Selain itu untuk kebutuhan tarik setor dan transfer dapat dilayani secara online di lebih dari 900 Kantor Cabang BNI di seluruh Indonesia.
3. Beragam fitur atau fasilitas
- Tersedia dalam IDR dan USD
- Untuk giro perorangan IDR diberikan kartu ATM BNI syariah dan penariknya dapat dilakukan di ATM BNI, ATM LINK, ATM bersama, serta ATM Cirrus
- Fasilitas Phone Banking 24 jam
- Fasilitas Giro On Line untuk Giro IDR
- Potensi mendapatkan bonus
- Layanan e Banking di BNI ATM, Mobile Banking, SMS Banking dan Internet Banking.
2.9 Kendala-kendala yang dihadapi BNI Syariah
 Kendala yang saat ini menghambat perkembangan BNI Syariah antara lain masih kuatnya budaya sistim perbankan lama yang memberikan hasil lebih pasti (berupa bunga), dibanding perbankan syariah yang returnnya tergantung pada hasil yang diterima oleh Bank. Disamping itu sebagian masyarakat bahkan ulama masih ada yang menganggap bunga bank itu halal atau minimal subkhat.
 Untuk mengatasi kendala tersebut antara lain dengan melakukan kegiatan promosi atau seminar-seminar bersama dengan bank syariah lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai bank syariah dan produk-produknya.
2.10 Perbedaan antara kredit di Bank Konvensional dan pembiayaan di Bank BNI Syariah
 Pada Bank Konvensional, Bank sebagai kreditur dan nasabah kredit sebagai debitur (peminjam), dimana ada jarak antara bank dengan nasabah. Sedangkan pada Bank Syariah, pihak Bank berfungsi sebagai pemilik dana/modal/shahibul maal dan nasabah pembiayaan sebagai pengelola usaha/ mudharib atau pembeli pada pembiayaan yang berlandaskan prinsip jual beli, nasabah merupakan partner usaha.
 Pada bank konvensional debitur akan dikenai bunga yang besarnya telah ditentukan dan umumnya bersifat reviewable. Artinya secara periodik bank dapat melakukan review terhadap tingkat bunga disesuaikan dengan tingkat bunga yang berlaku di pasar/industri perbankan. Sedangkan pada bank syariah yang disepakati dimuka adalah besarnya nisbah bagi hasil. Artinya terdapat konsekuensi besarnya bagi hasil yang dibayarkan oleh nasabah ataupun yang diterima oleh bank berfluktuasi sesuai dengan dinamika bisnis yang dijalankan.


2.11 Produk yang dimiliki oleh BNI Syariah
Pada dasarnya produk-produk yang umum terdapat di perbankan konvensional sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah Islam juga terdapat di BNI Syariah. Untuk produk dana, di BNI Syariah juga terdapat produk-produk umum seperti giro, deposito dan tabungan. BNI Syariah menjalankan operasional bank berdasarkan prinsip syariah, seperti jual beli dan bagi hasil serta memiliki beragam produk dan jasa perbankan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan nasabah.
BNI syariah menyadari bahwa masyarakat yang menghendaki layanan syariah tidak terbatas pada masyarakat muslim namun juga dibutuhkan oleh seluruh golongan masyarakat yang menghendaki layanan dan fasilitas perbankan yang nyaman, adil, dan modern.
Produk-produk yang ditawarkan oleh BNI Syariah :
1. Produk Dana
• Giro Wadiah
- BNI iB Giro
- BNI iB Giro USD
• Tabungan Mudharabah
- Tabungan iB Plus
- Tabungan iB Prima
- BNI iB Tabungan
- BNI iB Tapenas
• Tabungan Haji Mudharabah ( THI Mudharabah)
- BNI iB Haji
• Deposito Mudharabah
- BNI iB Deposito
- BNI iB Deposito USD
2. Produk Pembiayaan
Produk pembiayaan di BNI syariah ada empat yaitu.
• Pembiayaan Murabahah
• Pembiayaan Mudharabah
• Pembiayaan Musyarakah
• Pembiayaan Ijarah Bai Ut Takjiri
o BNI iB Griya
o BNI iB Oto
o BNI iB Multijasa
o BNI iB Cerdas
o BNI iB Wirausaha
o BNI iB Tunas Usaha
o BNI iB Gadai Emas
o BNI iB Fleksi
o BNI iB Multiguna
o Hasanah Card
o BNI iB Pembiayaan Usaha Kecil
o BNI iB Pembiayaan Besar/non ritel
3. Produk Jasa
• Kiriman uang, berdasarkan prinsip wakalah.
• Garansi Bank berdasarkan prinsip kafalah.
• Inkaso, berdasarkan prinsip wakalah.
• Money Changer.
• Trade Finance services

 Produk andalan BNI Syariah adalah Tabungan Syariahplus yang didukung oleh jaringan ATM yang luas
 Pada BNI Syariah dewan pengawas yang disebut dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Setiap produk yang saat ini dimiliki oleh BNI Syariah telah mendapatkan pengesahan dari DPS, dan demikian juga dengan produk-produk yang nantinya akan diluncurkan oleh BNI Syariah, terlebih dahulu juga harus mendapatkan pengesahan dari DPS sebelum di-launching kepada masyarakat.
2.12 Sistem Bagi Hasil
Seperti umumnya operasi perbankan secara umum yang mengandalkan pendapatan dari sektor kredit, Bank BNI Syariah juga menyalurkan dana-dana masyarakat tersebut melalui pembiayaan. Hasil pendapatan dari pembiayaan tersebut yang kemudian dilakukan bagi hasil dengan nasabah pemilik dana sesuai dengan nisbah masing-masing produk dana. Selain dari pembiayaan tersebut, jika terdapat dana berlebih dimungkinkan untuk dilakukan penempatan dana di lembaga keuangan syariah lain, SWBI (Syariah Wadi'ah Bank Indonesia) atau instrumen syariah lainnya.
Bank Syariah tidak mengenal bunga, namun nasabah dana akan mendapatkan bagi hasil yang besarnya beradasarkan nisbah yang telah sepakati di awal pembukaan rekening.
 BNI Syariah akan menginvestasikan atau menyalurkan dana yang terhimpun pada BNI Syariah pada aktivitas-aktivitas ekonomi yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, baik produktif dan konsumtif. Hasil atau pendapatan dari aktivitas tersebut kemudian dikembalikan kepada nasabah sesuai dengan nisbah yang sudah diperjanjikan di awal secara proporsional tergantung dari jumlah dan lamanya pengendapan dana.




KESIMPULAN
BAB III

Pada prinsipnya Bank Syariah hampir sama dengan Bank Konvensional. Yang membedakan antara bank syariah dengan bank konvensional adalah, bahwa bank syariah beroperasi dengan berlandaskan prinsip syariah Islam yang dalam konteks bank terdapat 4 hal pokok yang tidak diperkenankan yaitu maisir, gharar, riba dan bathil. Dan bank syariah tidak mengenal dengan istilah bunga karena memang tidak sesuai dengan syariah, namun dikenal dengan margin, uang sewa dan bagi hasil dengan nasabah. Dimana nasabah bank syariah akan memperoleh nisbah atau memperoleh presentase bagi hasil yang tertera dalam perjanjian sebelumnya.
Saat ini perbankan syariah telah berkembang bahkan setiap bank konvensional pasti mendirikan bank syariah namun tetap saja, masalah utama adalah pemahaman masyarakat mengenai sosok dan layanan bank syariah itu sendiri dan ketersediaan sumber daya manusia yang mengerti soal perbankan syariah masih kurang. Dari sisi sumber daya manusia (SDM), sulit diperoleh orang-orang yang mengerti dan paham mengenai prinsip-prinsip syariah dan perekonomian syariah secara global.


DAFTAR PUSTAKA

http://banking.blog.gunadarma.ac.id/2009/12/23/mengenal-sistem-perbankan-syariah/
http://www.bni.co.id/Syariah/tabid/174/Default.aspx
http://www.bni.co.id/Syariah/FAQ/tabid/366/Default.aspx
http://syopian.net/blog/?p=1174

Tugas Terjemahan Design Grafis


lebih dari 5 lipatan. Orientasi tersebut berbeda di antara garis pada pasangan lain yang tumbuh lebih kecil dari baris atas sampai bawah. Yang membuat pebedaan tersebut lebih sulit. Ini dimaksudkan untuk menstimulasikan pengamatan yang berorientasi pada perbedaan, yang pertama adalah hal yang tidak mungkin agar menjadi lebih mudah dengan berlatih.
Panel B mengukur kemampuan untuk mengerti bagian luar yang sangat kecil diantara garis colinear, sebuah kemampuan disebut Vernier Acuity (Fahle, Edelman and Poggio, 1995). Sebelum latihan, orang-orang bisa membuat sangat baik perbedaan-perbedaan di antara bagian luar. Tapi dengan latihan, kemampuan mengembangkan dengan dramatis (penghayatan). Pembuatan itu memungkinkan untuk membedakan diantara persamaan bagian luar yang paling tipis. Dalam pasangan garis luar yang lain pada suatu garis relatif untuk tumbuh lebih kecil dari baris atas sampai bawah. Ini membuat keputusan pada garis bagian luar lebih sulit. Ini dimaksudkan untuk memicu pengamatan tersebut yang berada di bagian luar (vernier) keputusan yang pertama sangat sulit, seperti salah satu bagian bawah, dengan latihan menjadi lebih mudah, seperti salah satu pada bagian atas.
Panel C menguji kemampuan untuk sebuah sorotan kecil, atau biasa disingkat ‘target’ hal yang dikelilingi pada sebuah halaman yaitu ‘background’ bentuk-bentuk elemen (Karni and Sagi, 1993). Keseluruhan percobaan, berorientasi pada 3 hal target beragam secara acak diantara horizontal dan vertikal; itu menentukan lokasi pada halam yang beragam juga. Para pengikut harus mengidentifikasikan orientasi. Pertama, mengkoreksi tampilan dibutuhkan target tersebut menjadi terlihat untuk lebih dari 130 msec. Setelah beberapa hari latihan, orang-orang hanya membutuhkan 30 msec pertunjukan untuk level tampilan yang sama.
Panel D menguji kemampuan untuk mengidentifikasi sebuah low-contast, wajah manusia pada bagian yang samar dengan pengacakan suara visual (Gold, Sekuler and Bennett, 1999). Kejernihan wajah relatif pada bagian atas dari ilustrasi panel tersebut dengan level contras orang-orang dibutuhkan untuk mengidentifikasi suatu wajah. Selebihnya, tampilan ditajamkan jadi setelah beberapa hari, orang-orang menjadi proficiant yang tinggi pada pengidentifikasian wajah seperti dengan kepolosan satu penglihatan di bagian bawah. Dipertengahan wajah menggambarkan  suatu pertengahan level profinsiensi, para pengikut menunjukkan part-way melalui eksperimen (percobaan).
Substansi ini memperbaiki pada tampilan visual juga tampak tertahan, mengakhiri sebanyak 2 tahun setelah terhentinya latihan (Karni dan Sagi, 1993). Selebihnya, memperbaiki perawatan menjadi spesifik tinggi untuk pertemuan potongan gambar visual selama pelatihan. Ketika orang-orang berlatih dengan potongan-potongan gambar tersebut, berkata, selalu tampil di bagian pertengahan kiri pada halaman visual, berlatih mendorong perbaikan tidak boleh secara menyeluruh untuk menguji potongan-potongan gambar di pertengahan kanan pada halaman visual (Shiu and Pashler, 1992; Karni and Sagi, 1991; Fahle, Edelman dan Poggio, 1995). Bijaksananya, ketika orang-orang dapat lebih baik dalam membedakan sebuah garis vertikal dari sebuah garis tilted yang tipis dari garis vertikal, memeprbaiki bukan memindahkan ke bagian lain, seperti beberapa pendekatan horizontal (Schoups, Vogels  dan Orban, 1995).
Perbaikan dalam vision tidak terbatas pada laboratorium. Orang-orang yang memiliki banyak waktu untuk meneliti visual membedakan perkembangan proficiency yang meninggalkan sejekan awestruck kami (Sowden, Davies and Rolling, 2000). Terkadang visual ini berkemampuan mengembangkan seperti bagian dari suatu hobby. Seperti menyaksikan burung atau berburu moth ; pengembangan lainnya dalam menghubungkan dengan beberapa pekerjaan. Mempertimbangkan hal dari jenis-jenis kelamin anak ayam secara profesional. Ayam-ayam adalah bisnis yang besar dalam banyak bagian di dunia. Petani yang berternak ayam untuk diambil telurnya tidak ingin memberi makan lebih banyak untuk dirinya kecuali keperluan yang mendesak. Suatu kesalahan, sampai berjam-jam untuk hatching, anak-anak ayam yang bermacam-macam disusun berdasarkan jenis kelamin, jadi yang berjenis kelamin laki-laki bisa tidak dinamakan. Di atas lahan yang luas, mengkhususkan, disebut “chick sexers (penggolongan anak ayam)”, melakukan pekerjaan ini dengan cepat dan teliti. Perjalan lebih dalam karir, suatu penggolongan mungkin mencapai 50 juta anak ayam, hanya membutuhkan waktu setengah menit per anak ayam. Melihat lebih bahu dari penggolong pada pekerjaan, itu sulit untuk figure out informasi visual apa yang digunakan. Tetapi, dengan sedikit bantuan dari ahli penggolong anak ayam, Biederman dan Shiffrar(1988) kode yang terpecahkan, mengizinkan mereka untuk mendidik orang-orang yang tidak pernah menggolongkan anak ayam sebelumnya. Orang-orang mendapatkan suatu penjelasan diagram sederhana dengan benar bagian apa pada seekor anak ayam  yang dilihat dan beberapa peraturan untuk mennggambarkan apa yang dilihat disana, hanya dengan model latihan, orang-orang baru tersebut dipindahkan masuk dengan penggolong anak ayam yang sudah mahir.
Pada Chapter 4 kamu menemukan bentuk-bentuk lainnyadari pembelajaran visual. Ingatkah bahwa anjing Dalmation yang memiliki sampuran corak hitam yang bagus dengan itu sebagai dasar? Kekurangan kamu dilihat sebelumnya, anjing tersebut dengan tanda yang kuat untuk dilihat. Tetapi nyatanya, dengan usaha dan prompting, anjing tersebut ditampilkan. Apa yang terjadi di otak untuk memindahkan yang tidak dapat diakui atau kesalahan pengakuan objek-objek dalam memasukkan beberapa pengakuan? Baru-baru ini, para peneliti sudah mulai untuk memahami bagaimana otak tersebut memutuskan dengan hal-hal dengan tanda yang sulit untuk diakui.
Menggunakan positron emission tomography untuk menggambarkan otak dalam beraksi, Dolan dan kawan-kawan (1997) memberikan orang-orang dengan 2 nada, hitam-dan-putih objek foto, memasukkan wajah-wajah. Seperti gambar-gambar yang sulit  untuk diakui karena semua bayang-bayang normal dari abu-abu sudah dihapus, tinggal ganbar dengan 2 tingaktan intensif yang extrim- hitam dan putih. Contohnya pada gambar-gambar mereka ditampilkan di kolom bagian sebelah kiri pada Figure 6.9. Dengan harapan, orang-orang menampilkan dengan lemah, kebenaran pengakuan hanya 55% pada wajah dan 13% pada sisa objek. Kemudian Dolan dan rekan-rekannya menunjukkan orang-orang normal, memudahkan untuk mengakui versi abu-abu pada 2 nada gambar. Dengan harapan, tampilan versi normal mendorong subsekuensi rata-rata pengakuan pada keaslian gambar hitam dan putih 87% untuk objek dan 93% untuk wajah.
Untuk identifikasi otak tersebut mengubah pengantar perbaikan ini, Dolan dan rekan-rekan membandingkan daerah dari aktivitas otak pada waktu awal, “tidak dididik”, menampilkan gambar untuk aktivitas didaerah itu pada waktu yang kedua, “Dididik”, menampilkan gambar yang sama. Dua perbedaan, bagian otak yang terpisah secara luas, cuping yang temporal dan bagian cuping tersebut, menunjukkan perubahan dengan pendidikan. Khususnya, perbaikan pengakuan pada wajah dan perbaikan pengakuan pada objek adalah hubungan untuk meningkatkan aktivitas di 2 daerah kecil pada porsi bagian dalam dari cuping yang tidak permanen. Mengutamakan belajar sudah menunjukkan bahwa neoron di wilayah ini merespon dengan mencegah agar dengan mudah mengakui wajah atau untuk menunjukkan dalam warna-warna normal mereka. Dalam penambahan, perbaikan pengakuan wilayah aktivitas di bagian cuping. Lebih cepat bekerja sudah menampakkan bahwa aktivitas wilayah ini berpartisipasi langsung dalam memperhatikan dan dalam menggambarkan visual secara keseluruhan.
Mencontoh dari aktivitas kepemimpinan Dolan dan rekan-rekan untuk menghipotesis bahwa memperbaiki kesalahan pengakuan timbal balik dari bagian cuping yang menyimpan representasi dengan mudah mengakui, menstimulasi full-grayscale. Timbal balik ini, mereka membantah, memperkuat respon-respon dari wajah atau objek-sensitif neuron pada cuping yang temporary. Kesalahan ini mengingatkan kami bahwa mengakui objek bawah melemahkan kondisi tampilan memanfaatkan dari wilayah gambar visual di memory.  Pengaruh jenis ini adalah sering digambarkan seperti “top-down”, dalam memesan untuk membedakannya dari pengaruh sensor, hal itu digambarkan seperti “bottom-up” (kamu bisa lihat pada penjelasan Chapter 1). Kami harus mengembalikan seperti pengaruh yang lalu di chapter tersebut. Untuk sekarang, walaupun pertimbangan objek mengakui dari perspektif otak, fokus pada hierarchy-cally itu menyusun wilayah visual yang meliputi pada identifikasi objek.

Cara Temporal dan Pengakuan Objek

Chapter 4 memperkenalkan kamu 2 aliran pada proses visual, aliran pariental (permanen) dan aliran temporal (tidak permanen). Mengulang bahwa aliran temporal terkadang menggambarkan seperti ahli vision “what” karena tanggung jawab yang utama tampak untuk menjadi objek yang diakui, memberitahukan kami apa yang kami lihat. (sesuai, aliran parietal adalah ahli “where”, menaruh informasi visual masuk ke sebuah spasi isi, memberitahukan kami dimana benda-benda itu berada, dan oleh sebab itu dimana kami beraksi langsung). Ingatkah, aliran temporan otak asli di V1, cuping occipital memiliki banyak wilayah. Peningkatannya melalui V2 dan V4, dan kemudian garis-garis occipital lobe’s ditebalkan dengan temporal lobe. Di sana, hal itu membuat hubungan synaptic pada bebrapa wilayah dari temporal lobe yang rendah, atau bagian dalam, pertengahan, yang diketahui seperti ferotemporal (IT) cortex.
Wilayah vast pada IT cortex adalah menempatkan untuk beberapa fungsi yang berbeda wilayah, selain itu dengan cell-cell yang lebih dari beberapa perbedaan yang terpisah pada rangsangan yang kompeks. Di beberapa wilayah, banyak neuron menanggapi secara vigorous ketika gambar suatu wajah jatuh sampai mewakili halaman neuron. Kami bisa menggambarkan wilayah ini sepeti “face-selective” (pemilihan wajah), tanpa menyatakan secara langsung bahwa ketika kami mengakui suatu wajah hanya cell-cell seperti wilayah ikut dalam pengakuan itu (Tovee, 1998).
Pertemuan garis pada tampilan bukti bahwa IT cortex bermain suatu aturan yang penting dalam pengakuan objek. Untuk selebihnya dari 3 dekade, itu menjadi pengetahuan bahwa kerusakan untuk wilayah ini dalam membuat monyet-monyet suatu defisit yang besar dalam pengakuan visual objek. Pada manusia, kerusakan inferotemporal mempunyai kesamaan efek pada pengakuan objek. Efek pada kerusakan inferotemporal tersebut adalah dengan mengkhususkan penghayatan ketika orang-orang harus mengakui pola visual yang kompleks bahwa tidak dapat dengan mudah mengkodekan dalam kata (Milner, 1968). Karena adanya kontribusi yang unik, IT corteks sudah menggambarkan seperti daerah otak ketika persepsi visual dihadapankan dengan memory dan gambaran (Miyashita, 1993).    
   Cortex meliputi IT terdapat hampir 1 – ke sepuluh dari masukan otak pada permukaan cortical.
   Bagian dari temporal lobe memungkinkan menghilangkan secara bergelombang dari otak manusia dalam memesan untuk menahan penyakit epilepsi yang tidak merespon terapi obat. Pada banyak bentuk epilepsi, ukuran cenderung untuk memulai pada temporal lobe. Pemindahan luka otak dengan memberhentikan tissue atau mengurangi meraih dalam banyak hal, ini  sebaliknya tidak disambut dengan hal-hal.

Mengulang bahwa neuron-neuron di daerah V1 merespon pola yang sederhana seperti baris-baris dan menghadap ke sudut/ujung. Dalam IT cortex, terkadang, sedikit neuron lebih berhadapan dengan baris dan sudut-sudut (Tanaka, 1997).  Sebaliknya, sebagian besar IT neuron menunjukkan lebih banyak pilihan yang kompleks, hanya dengan beberapa respon neuron ketika suatu objek yang spesifik seperti sebuah sikat, sebuah tanaman atau wajah seseorang digambarkan dalam pembuatan halaman. Pemilihan yang luar biasa ini sudah diketahui sejak perekaman pada aktivitas sigle cell di IT cortex  pertama dibuat oleh Charles Gross dan rekan-rekannya (see Gross, 1998). IT neuron memiliki halaman penerimaan yang besar (dalam membandingkan neuron V1), maksudnya bahwa mereka akan merespon suatu tampilan objek dimanapun sampai suatu daerah halaman visual yang luas.
Lihat kembali ke Figure 6.3, dengan ruangan yang penuh kursi. Seperti kami menandakan, bahwa gambar mengilustrasikan beberapa tantangan pengakuan visual dihadapi secara efektif. Orban Guy meneliti grup di Leuven (Belgium) sudah menunjukkan bahwa beberapa neuron di IT mengatasi beberapa tantangan yang sama. Mengambil occlusion, contohnya. Seperti Figure 6.3 diilustrasikan, occlusion tidak menutup pengakuan yang tepat pada objek. Dalam dunia 3 dimensi kami, hal ini menjadi penting – dalam pemandangan dunia nyata, objek biasanya meng-occlude satu hal lainnya. Kovacs, Vogels dan Orban (1995) menunjukkan bahwa banyak neuron di seekor cortex IT monyet yaitu tidak cenderung oleh occlusion pada bagian stimulus optimum mereka.
Figure 6.3 juga mengingatkan kami bahwa kami bisa mengakui suatu objek meskipun memiliki jenis variasi yang besar dalam ukuran gambar retinal pada objek tersebut (pembuatan variasi seperti yang kami tampilkan dari perbedaan jarak). jenis yang sama pada ukuran yang tidak bervariasi yaitu dilihat pada tingkat cell secara individu dalam IT coretx (Sary, Vogelsdan Orban, 1993).
Secara keseluruhan, pengakuan yang kami mengizinkan kami untuk mengkategorikan objek untuk merubah derajat pada spesifikasi, menyusun dari anggota kelas yang umum untuk suatu instansi yang spesifik pada suatu subkelas objek. Jadi, dengan beberapa usaha kamu bisa membawa setiap kursi dalam ruangan, perjanjian mereka semua seperti anggota pada suatu kelas yang umum. Tapi kamu juga bisa membuat variasi perbedaan yang lebih baik, membawa kursi yang sudah dibuat celah dibelakangnya, contohnya (anggota dari suatu bagian subkelas).    
Neuron individu dalam cortex inferotemporal sepertinya juga bisa memberikan tingkatan informasi yang berbeda tentang objek. Sugase dan rekan-rekan (1999) merekam dorongan urutan neural didapat dalam otak monyet ketika wajah ditampilkan pembuatan halaman pada “wajah” neuron. Tampilan yang diuji dimasukkan wajah manusia, wajah monyet, dan objek geometri yang sederhana seperti lingkaran-lingkaran dan kotak-kotak. Lebih dari itu, dalam mengupulkan wajah manusia dan monyet diatur berdasarkan penegasan wajah dengan ekspresi emosi mereka: netral, mengejutkan, marah, dan lain sebagainya. Ketika Sugase dan rekan-rekannya menguji waktu latihan aktivitas neural dibangkitkan dengan figure yang bervariasi, mereka menemukannya,  selama beberapa saat sedikit neuron, kecepatan dan kelambatan porsi dari suatu aktivitas neuron memberikan informasi tentang aspek-aspek perbedaan dari stimulus. Aktivitas neural memicu 50 msec diikuti stimulus sehingga memberikan informasi tentang keseluruhan kelas objek di pembuatan halaman neuron. Bagian ini merespon neuron, lain kata, bisa mendiskriminasi apakah stimulus adalah wajah monyet, manusia, atau objek geometrik. Bagaimanapun, aktivitas awal ini tidak memberikan alasan tentang keistimewaan stimulus. Nyatanya, aktivitas didapatkan kira-kira 100 milliseconds yang lalu yaitu memilih untuk gambar yang rinci, seperti memberikan ekspresi pada wajah. Sugase dan rekan-rekannya percaya bahwa kemungkinan suatu fungsi yang signifikan pada waktu tiba antara aktivitas neural berhubungan ke suatu identifikasi global pada gambar dan rinciannya yang bagus. Kamu boleh seperti cara awal, informasi global untuk bagian atas objek pada email, yang menyediakan sesuatu yang umum, tampilam yang tidak rinci pada apa yang diikuti, meninggalkannya untuk kemudian aktivitas neural diisi dengan rinci.  
Trik Baru Mempelajari Old IT Neutron, kamu sudah siap mempelajari bahwa visi manusia yaitu bisa mendidik, diantara tanda lain yg dipelajari, latihan menampilkan (atau sejauh tempat pertunjukan) pengakuan visual. Disini kami hanya akan mempertimbangkan  2 bentuk secara transparan bahwa neuron IT menunjukkan (bentuk lain akan menjadi gambaran masa lalu di bagian tersebut).
Mengulang demonstrasi Dolan (Figure 6.9) bahwa suatu pandangan sekilas yang pendek  dari suatu gambar abu-abu dapat dirundingkan singkat agar diakui atas suatu tampilan yang tidak dapat diakui, hanya versi hitam dan putih dari gamber tersebut. Teknik tersebut digunakan agar didemonstrasikan, fungsi neuroimaging, menilai aktivitas jutaan neuron, tetapi tidak menilai apa yang terjadi secara individu neuron. Untuk mengambil tampilan lebih microscop, Tovee, Rolls dan Ramachandran (1996) mendemonstrasikan apa yang menjadi anlog suatu neural pada kebiasaan observasi Dolan. Tovee dan rekan-rekannya mengukur respon IT cortical neuron pada monyet membangkitkan melalui gambar-gambar yang kuat, hitam dan putih hanya ungkapan buatan merekayang kuat untuk manusia-manusia agar diakui. Kemudian, ikutilah prosedur Dolan, mereka mempersembahkan sesuatu yang penuh, mudah diakui, versi grayscale pada gambar. Ketika hanya versi hitam dan putih ditunjukkan lagi mereka mendapatkan tanggapan aktivitas lebih dari mempelajari neuron yang sama sebelum pelatihan. Dolan memperkuat dengan hitungan, kesalahan mempelajari 1-shot pada suatu tingkatan neuron individu.
Di demonstrasi lainnya secara transparan pada IT cortical neuron, Kobatake, Wang dan Tanaka (1998) menilai respon neuron saat seekor monyet mencoba untuk mengakui stimulus dari suatu letak gambar geometri yang kompleks/rumit. Pada percobaan yang lain, satu dari 28 gambar dipersembahkan, dan kemudian, setelah sesuatu tiba, gambar yang sama tampil lagi, tapi saat ini selama dengan 3 gambar lainnya. tugas monyet-monyet adalah untuk mengidentifikasi stimulus bahwa sudah diulang, suatu tugas standar pengakuan. Untuk membuat tugas yang lebih sulit, Kobatake tetap menunda lebih lama, dari 1 sampai 16 second. Dengan latihan, pengakuan monyet ditampilkan bahkan pada penundaan yang paling lama. Kebiasan ini merubah latihan monyet yaitu diusahakan dengan merubah pada respon IT cortical neuron. Membandingkan neuron dengan monyet yang tidak dilatih, latihan menyebabkan respon neuron menjadi lebih berbeda dari satu dengan yang lainnya. dengan kata lain, latihan membuat respon variasi stimulus lebih secara jelas berbeda dari yang lainnya daripada mereka yang memprioritaskan untuk berlatih. Dengan dugaan, perbedaan dari respon pada tingkat single cell membantu untuk meningkatkan kemampuan membedakan pada tingkat perlakuan.
Tetapi aliran ventral dan daerah IT tidak masuk dalam cerita pada pengakuan objek; objek-objek juga menyatakan secara tidak langsung, dan membangun aksi, kami mengandalkan langit pada aliran dorsal (Colby dan Goldbergg, 1999). Kotak 6.1 menawarkan satu perspektif atas hubungan antara objek dan aksi-aksi yang mereka dapatkan.
Sekarang kami tampilkan beberapa dasar fakta tentang pengakuan objek dan beberapa diantaranya dibawah mesin neural, kami dapat menawarkan apa yang kami pelajari untuk 2 kategori pada objek yang kami layani setiap hari – wajah dan mencetak kata-kata – sebaiknya sesuatu yang tidak biasa dikategorikan pada objek yang kamu tidak pernah lihat sebelumnya, para pembuat komputer-umum menyebutnnya “greebles”.


Wajah
Kurangnya perhitungan terhadap objek kami tidak layani pada saat kami beraktivitas setiap hari, satu kategori diluar objek: wajah manusia. Hal itu tidak mngejutkan, padahal, wajahnya beranggapan yaitu sesuatu  fokus yang utama pada penelitian atas pengakuan objek.
Kami akan mulai diskusi kami tentang pengakuan wajah dengan penjelasan yang ringkas, singkatnya hanya bagaimana sebaiknya kami menugaskan ini (dan bagaimana buruknya kami bisa menjadi ketika wajah ditunjukkan di anggapan yang ganjil). Kemudian kami akan menetapkan satu dari banyak sindrom bizarre pada neurologi, salah satu kerugian otak mengacaukan kemampuan untuk mengakui wajah yang familiar/tidak asing.

Pengetian wajah / Pengertian Ingatan Raja Macbeth Shakespear menulis dengan ijak bahwa “tidak ada seni menemukan susunan ingatan pada wajah” (I. Iv). Dengan kata-kata ini Macbeth mengantisipasi apa yang para peneliti sudah tetapkan pada berabad-abad lalu: 1) wajah seseorang menunjukkan kelengkapan tanda-tanda yang dapat diandalkan tentang mood per individu, karakter dan tujuan, dan 2) kami semua berharap pada bacaan wajah.
Wajah manusia berbicara isi tentang seseorang. Itu dengan andalan memberitahukan kami apakah orang tersebut laki-laki atau perempuan (Bruce., 1993); apakah orang sedang merasa senang, sedih, marah, bersinar atau terkejut (Ekman, 1984; de Gelder, Teunisse dan Benson, 1997); apakah orang tersebut muda atau tua (George dan Hole, 1995); dan apakah orang tersebut.

KEMAMPUAN OBJEK
Objek menunjukkan apa James Gibson (1979) mengistilahkan “affordances” yang bisa menjadi uraian seperti undangan dari objek agar mengerjakan hal-hal dengan mereka. Aktivitas “affordances” yang spesifik dengan suatu objek yaitu memerintahkan dengan suatu struktur karakter objek. Beberapa objek didesign untuk melengkapi suatu bagian yang didapat, tetapi penawaran lain hanya didapat karena bentuk alami dan ukuran mereka. Sebuah kursi dapat menduduki, tetapi juga suatu batang yang jatuh atau suatu langkah ke depan. Terlebih lagi, sebuah pemberian objek bisa memiliki beragam kemampuan. Sebuah cangkir, contohnya, menrancang untuk memberitahukan cairan di mulutmu, tetapi kamu juga bisa menggunakannya untuk bidang yang kotor. Untuk memegang pensil atau untuk menjebak seekor serangga kecil.
Beberapa psikolog berkonsentrasi pada identifikasi kemampuan objek dan hubungan mereka untuk karakteristik fisik pada objek-objek tersebut. Contohnya, ketika objek datang untuk memutuskan ukuran isi – seperti box-box, botol-botol dan kaleng-kaleng – orang-orang dewasa cenderung fokus dengan beratnya pada berat isi ketika diputuskan isinya. Jadi, suatu tipe bumbu botol tingginya 10.2 cm yaitu diputuskan lebih besar daripada botol biasanya pada makanan bayi tingginya 7.7 cm, terkadang botol makanan bayi digenggam lebih besar (Raghubir dan Krishna, 1999). Seperti kamu bisa membayangkan, analisis pasar dan design produk adalah dengan meningkatkan ketekunan dalam memutuskan kemampuan jenis ini, yang tidak ragu untuk mempengaruhi keputusan penjualan.
Konsep pada kemampuan ingatan kami bahwa objek yang diakui dilayani dengan tujuan yang biasanya. Kami tidak hanya mengakui objek tersebut di meja seperti suatu CD (compact disk); kami meneliti, mengantarkan, memasukkannya ke dalam CD drive dan mendengarkan dan mendengarkannya. Rekasi tingkah laku kami untuk objek, kemudian, dibutuhkan menjadi menjahit untuk mengerti kualitas struktur objek-objek tersebut. Jadi, ketika kamu mencari CD tersebut, kamu mulai menyesuaikan untuk bentuk lingkaran sebelum kamu jadi membuat hubungan dengannya. Pada momen kamu menggrasp-nya, penglihatan sudah mulai mengestimasi (menilai) dimensi objek. Seperti kesalahan jarak antara ­menggrasp jarimu yaitu hanya agak sedikit lebih besar daripada diameter CD. Dan hal itu tidak hanya membentuk penglihatan dipertimbangkan. Kamu mengerti apakah suatu objek padat dan sturdy (contohnya, bola billiard) dan, olehsebab itu, bisa menjadi grasp secara tetap, atau apakah hal itu kurus dan fragile (contohnya, sebutir telur yang masih fresh) dan harus menanggulangi dengan kepedulian. Vision memberikan kami apakah suatu objek bertongkat/stik atau licin, kasar atau lembut, ringan atau berat, bahaya atau aman. Ketika kamu memanjat suatu letak pada tangga yang kamu tidak pernah jadikan sebelumnya, vision memberitahukan kamu ketika dan seberapa tingginya untuk mengangkat kakimu (Warren, 1984).
Memberikan hubungan yang akrab ini diantara objek yang diakui dan objek affordance, hal itu natural untuk asumsi  bahwa tanggapan kami terhadapa suatu objek akan setuju dengan reaksi motor kami untuk objek-objek tersebut. Jika satu koin terlihat lebih besar dari pada yang lainnya, kamu akan merentangkan jari-jari lebih jauh terpisah untuk grasp yang lebih besar terlihat koin dengan ujung-ujungnya. Kebenaran itu jika terdapat dua koin yaitu secara sungguh-sungguh membedakan ukuran. Tetapi tujuan konin-koin tersebut secara nyata sebanding pada ukuran tetapi hanya terlihat berbeda. Apa yang akan terjadi kemudian? Sebelumnya seorang tamu berspekulasi, kamu berkesempatan untuk mengetahui bagaimana hal itu memungkinkan untuk membuat dua putaran objek yang sebanding dalam ukuran yang terlihat berbeda. Kami akan memberitahukan kamu bagaimana hal ini dikerjakan, kemmudian memberitahukan kamu apa yang tangan kamu kerjakan ketika kamu pergi ke grasp koin-koin tersebut.
Gambar berusaha ditunjukkan satu dari ilusi yang paling terkenal dalam psikolog, ilusi Ebbinghaus. Jika kamu seperti kebanyakan orang, kamu akan menghakimi sekeliling disk melalui lingkaran kecil menjadi lebih besar dengan diameter dari pada sekeliling disk tersebut melalui lingkaran yang lebih besar. Kenyataanya, mereka sebanding dengan diameter (sebagaimana kamu bisa mengkonfirmasi penggunaan sebuah penggaris). Terlebih dibandingkan kepanikan tentang bagaimana ilusi ini terjadi, andaikan kamu bertanya secara sederhana untuk menemukan dan mengantarkan 1 disk, meletakkannya disisi dan kemudian mengantarkannya ke disk lain. Seberapa jauh bagian hanya akan kamu sesuaikan dengan jari-jarimu sebelum meng-grasp disk yang lain?
Selanjutnya membayangkan bahwa kamu tidak diberiitahukan apapun tentang ukuran yang sebenarnya pada dua disk tersebut. Semua tanganmu mengetahui apa sistem visualmu memberitahukannya, jadi hal itu tetap dijadikan alasan bahwa grasp-mu yang lebar akan berbeda untuk 2 disk. Pada hal ini, walaupun demikian, alasan yaitu kesalahan kepemimpinan.


Tugas Konsep SIA

BAB 13: SIKLUS MANAGEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGGAJIAN (THE HUMAN RESOURCES MANAGEMENT AND PAYROLL CYCLE)

Tujuan Pembelajaran
1. Mendeskripsikan aktivitas utama bisnis dan hubungan data proses operasi yang dilakukan pada human resources management (HRM)/Payroll cycle.
2. Mengindentifikasi ancaman utama (major threats) pada HRM/Payroll cycle, dan mengevaluasi berbagai prosedur pengendalian terhadap ancaman.
3. Menjelaskan keputusan penting yang dibuat� pada HRM/payroll cycle, dan mengindentifikasikan kebutuhan informasi pada proses pengambilan keputusan
4. Membaca dan memahami model data (REA diagram) HRM/payroll cycle.
5. Membuat sebuah model data (REA diagram) HRM/payroll cycle.

Pendahuluan
Kasus Integratif: Alpha Omega Electronic
Peter Wu adalah wakil presiden baru (new vice president) untuk menangani sumber daya manusia (human resources) pada Alpha Omega Electronics (AOE). Peter bercerita tatang kelemahan yang ada pada human resource management AEO (HRM)/ payroll system:
1. Ketidakadaan pelayanan yang memadai
2. Ketidakmampuan untuk menjalankan peningkatan ketrampilan keryawan
AOE memisahkan antara HRM dan payroll systems.
Peter menetapkan untuk memulai dengan menguji bagaimana meningkatkan sistem proses penggajian. Elizabeth Venko, sebagai controller, dan Ann Brandt, sebagai vice president untuk information systems, dimungkinkan untuk bisa melakukan redesain kedua aktivitas , yaitu pengajian (payroll) dan HRM System yang terintegrasi. HRM/payroll cycle is kumpulan aktivitas bisnis yang berulang-ulang dan hubungan antar data proses operasi� dalam mengendalikan tenaga kerja.

Banyak aktivitas penting yang terdiri dari beberapa tugas:
o Recruitment and hiring
o Training
o Job assignment
o Compensation (payroll)
o Performance evaluation
o Discharge of employees, due to voluntary or involuntary termination
Tiga fungsi dasar SIA pada HRM/payroll cycle adalah menyediakan:
1. Proses data transaksional tentang aktivitas tenaga kerja
2. Mengamankan aset organisasi
3. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan

Aktivitas Siklus Penggajian
Aktivitas dasar yang dilakukan pada HRM/payroll cycle
1. Update master payroll file
2. Update tax rates and deductions
3. Validate time and attendance data
4. Prepare payroll
5. Disburse payroll
6. Calculate employer-paid benefits and taxes
7. Disburse payroll taxes and other deductions

Update Master Payroll File (Activity 1)
Aktivitas pertama pada HRM/payroll cycle melibatkan update file induk pembayaran (payroll master file) untuk merefleksikan perubahan, misalnya adanya perekrutan karyawan (hires), pemberhentian karyawan (terminations), perubahan tingkat upah. Setiap perubahan pembayaran harus dienter secara tepat waktu

Update Tax Rates and Deductions (Activity 2)
Aktivitas kedua pada HRM/payroll cycle adalah update informasi tentang pajak (tax rate) dan other withholdings. Perubahan terjadi ketika terjadi update tentang perubahan pada pajak dan pembayaran lain maka akan diterima oleh pemerintah dan perusahaan asuransi.

Validate Time and Attendance Data (Activity 3)
Aktivitas ketiga dari payroll cycle adalah mengesahkan data waktu kehadiran karyawan (employee�s attendance time data). Informasi ini menjadi berbagai bentuk, tergantung pada status pekerja. Berbagai bentuk pembayaran:
o Time cards untuk pembayaran atas dasar Jam kerja (hourly basis)
o Self report for professionals
o Straight commission or salary plus commission
o Incentives and bonuses

Procedures:
Payroll department bertanggun jawab untuk memerikasa catatan waktu pekerja (employee time records). Untuk pekerja di pabrik, pengecekan melibatkan perbandingan antara total waktu dengan waktu penyelesaian masing-masing job.
Payroll clerk menghitung batch totals dan men-enterkan dengan sesuai dengan data waktu. Batch totals dihitung ulang oleh komputer setelah are recalculated by the computer after subsequent processing steps. Payroll transaction data are entered through online terminals. Edit checks are performed on each time and attendance record.

Pemakaian Teknologi Informasi pada �Validate Time and Attendance Data�
Penggunaan teknologi informasi untuk pengesahan waktu dan data kehadiran (validate time and attendance data) (Activity 3):
o collecting employee time and attendance data electronically, instead of on paper documents
o using badge readers
o using electronic time clocks

Prepare Payroll (Activity 4)
Aktivitas keempat pada payeoll cycle adalah mempersiapkan dan mengelolah payroll. Data tentang lamanya waktu kerja (hours worked) disediakan oleh departemen dimana pekerja tersebut berada. Informasi tingkat upah (Pay rate information) berasal dari file induk payroll (payroll master file). Orang yang bertanggung jawab untuk menyiapkan ceck pembayaran tidak dapat menambahkan catatan baru (new record) pada file tersebut.

Procedures:
Pemrosesan payroll dilakukan pada departemen operasi komputer (computer operations department). File transaksi payroll (payroll transaction file) di sorting berdasarkan nomer pekerja. File data waktu tersorting (sorted time data file) adalah digunakan untuk menyiapkan payceck pekerja. Semua potongan pembayaran dijumlah kemudian dikurangkan terhadap nilai pembayaran kotor (gross pay) sehingga didapatkan penerimaan pembayaran bersih (net pay). Tipe potongan pembayaran (payroll deductions):
o withholdings
o voluntary deductions
Akhirnya, dilakukan register terhadap payrol (payroll register) dan pencetakan employee paychecks.

Pemakaian Teknologi Informasi pada �Prepare Payroll�
Penggunaan teknologi informasi untuk persiapan pembayaran (prepare payroll) (Activity 4):
o Pembuatan dan pembagian laporan pembayaran secara elektronik (payroll reports electronically) lebih baik dari pada dengan cetakan kertas.
o online terminals
o corporate intranets

Disburse Payroll (Activity 5)
Aktivitas kelima adalah pembayaran payceck kepada karyawan. Kebanyakan karyawan dibayar dengan ceck atau melalui deposit� langsung kedalam rekening bank karyawan.

Procedures:
Setelah payceck disiapkan, payroll register dikirim ke departemen pembayaran (accounts payable department) untuk diperiksa dan disetujuai. Kemudian faktur pembayaran (disbursement voucher) disiapkan. Disbursement voucher dan payroll register kemudian dikirim ke kasir.

Disburse Payroll (Activity 5): Opportunities for Using Information Technology
Penggunaan teknologi informasi untuk persiapan pembayaran gaji (disburse payroll) (Activity 5):
o Direct deposit
o Penugasan jasa biro luar untuk untuk pembayaran (outsourcing to a payroll service bureau)

Calculate Employer-Paid Benefits and Taxes (Activity 6):
Ada beberapa pajak gaji (payroll taxes) dan pajak pendapatan yang dibayar lansung oleh karyawan. Federal and state laws membutuhkan kontribusi karyawan untuk membayar dari presentasi masing-masing gross pay sebagai dana asuransi. Pekerja berkontribusi terhadap sarana kesahatan, orang cacat, dan premi. Banyak perusahaan menawarkan kepada karyawannya berbagai keuntungan yang flexible. Banyak karyawan ditawari untuk memilih perencanaan tabungan pensiun apabila mereka telah berhenti bekrja.

Disburse Payroll Taxes and� Other Deductions (Activity 7)
Aktivitas akhir pada proses penggajian adalah penyelesaian� pembayaran kewajiban pajak dan pengurangan sumbangan sukarela dari masing-masing karyawan. Organisasi secara periodik penyiapkan ceck pembayaran atau penggunaan electronic transfer untuk membayar berbagai macam kewajiban pajak. Waktu pembayaran diberikan pada agen pemerintah yan ditunjuk. Dana sumbangan� yang telah dipotongkan dari cek gaji karyawan diberikan kepada organisasi yang membutuhkan.
Pengendalian: Tujuan, Ancaman dan Prosedur
Fungsi kedua dari SIA pada HRM/payroll cycle adalah menyediakan pengendalian internal untuk menjamin tercapainya beberapa tujuan:
1. Transaksi penggajian telah diotorisasi
2. Pencatatan transaksi penggajian harus valid
3. Pencatatan otorisasi transaksi penggajian
4. Pencatatan transaksi pemnggajian
5. Kesesuaian antara peraturan pembayaran pajak dari pemerintah, catatan pembayaran dan laporan HRM
6. Pengamanan aset �(cash and data) dari kehilangan dan pencurian
7. HRM/payroll cycle activities dilakukan secara efisien dan efektif

Beberapa ancaman (threats) pada HRM/Payroll cycle
1. Merekrut karyawan yang tidak kualified Hiring of unqualified
2. Pelanggaran hukum oleh karyawan (Violation of employment law)
3. Perubahan yang tidak diotorisasi opada file induk pembayaran (master payroll file)
4. Ketidakakuratan data waktu (Inaccurate time data)
5. Ketidakakuratan proses pembayaran
6. Pencurian atau kecurangan pendistribusian pembayaran
7. Kehilangan atau tidak terotorisasi data pembayaran
8. Performansi jelak

Beberapa prosedur kontrol (control procedures)
o Mempertimbangkan referensi penunjang (verifikasi ketrampilan pelamar, referensi, pengalaman kerja)
o Pendokumentasian seksama dari prosedur perekrutan
o Pemisahan tugas
o Deposit secara langsung
o Bagian pendistribusian dilakukan seseorang yang terlepas dari bagian proses pembayaran
o Pengusutan untuk semua unclaimed paychecks
o Pemisahan akun payroll checking
o access control
o Backup procedures
o Encryption

Kebutuhan Informasi dan Prosedur
Fungsi yang ketiga dari SIA adalah menyediakan informasi yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan.
Sistem penggajian (Payroll system) yang berkaitan dengan data biaya didesain untuk dikumpulkan dan diintegrasikan dengan fipe informasi lain agar dapat menyediakan kepada manajemen dalam membuat keputusan:
1 Kebutuhan staf tenaga kerja kedepan
2 Performansi tenaga kerja
3 Morale tenaga kerja
4 Proses penggajian yang efektif dan efisien
Beberapa informasi tradisional telah disediakan oleh sistem pembayaran (payroll system). Informasi lain, misalnya data tentang ketrampilan karyawan (employee skill), moral karyawan seharusnya juga disediakan dan dimantain oleh sistem sumber daya menusia (HRM system).

Model data Siklus Penggajian
Skills
Recruiting
(1, N)
(1, 1)
(1, N)
Applicants
Recruiting
applicants
(1, N)
For

Hubungan antara ketrampilan (skill) dan rekruitman (recruiting) adalah one-to-many, hal ini disebabkan karena masing-masing adpertensi mencari calon karyawan yang memiliki ketrampilan spesifik. Dan dilain pihak beberapa adpertensi menerima berbagai ketrampilan.
Hubungan antara kejadian rekruitmen (recruitment event) dan pelamar kerja (job applicants) adalah many-to-many hal ini disebabkan karena:
o Kebanyakn tipe orang mengajukan lamaran untuk masing-masing lowongan pekerjaan yang dibuka.
o Masing-masing orang merespon lebih dari satu lowongan adanya rekruitmen.


Kesimpulan Kasus
o Elizabeth dan Peter mengembangkan sebuah model data.
o Sistem baru mengijinkan karyawan membuat perubahan langsung terhadap pilihan keuntungan yang mereka peroleh.
o Elizabeth merencanakan untuk menggunakan teknologi� informasi untuk meningkatkan efisiensi proses penggajian.
o Sebuah matrik pengendalian dibuat untuk memaintain pemisahan tugas pada sistem baru dan melindungi integritas dari HRM/payroll database.


BAB 15. BUKU BESAR DAN SISTEM PELAPORAN
(GENERAL LEDGER AND REPORTING SYSTEM)

Tujuan Pembelajaran
1. Mendeskripsikan proses operasi informasi untuk meng-update General Ledger (GL) dan menghasilkan laporan untuk internal dan external user.
2. Mengidentifikasi ancaman pada GL dan aktivitas pelaporan, dan mengevaluasi berbagai macam prosedur pengendalian internal.
3. Membaca dan menjelaskan integrated enterprise-wide REA data model.
4. Mendiskusikan dan mendisain balanced scorecard untuk organisasi.
5. Menjelaskan hubungan antara sistem pemrosesan transaksi secara online dan penggunaan� data warehousing untuk mensuport business intelligence.
6. Memahami aplikasi perkembangan teknologi informasi baru untuk pelaporan internal dan eksternal.

Pendahuluan
Kasus Integratif: Alpha Omega Electronic
Linda Spurgeon, AOE�s president & CEO, merasa tidak puas dengan laporan keuangan ERP system yang dimiliki AOE.
Dia memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
1. Mengembangkan Balanced Scorecard in a timely manner.
2. Mempercepat analisis data untuk performansi keuangan perusahaan.
3. Mencapai biaya termurah dalam menyediakan informasi untik kelompok luar.
Bab ini mendiskusikan pemrosesan informasi yang terlibat dalam peng-update-tan GL dan persiapan pembuatan laporan yang berkaitan dengan rangkuman hasil aktivitas organisasi.

Buku Besar dan Aktivitas Pelaporan
Empat aktivitas dasar yang dilakukan dalam GL dan reporting system:
1.Update the general ledger, memperbarui GL atau buku besar.
2.Post adjusting entries, mengeposkan jurnal yang diperbarui.
3.Prepare financial statements, mempersiapkan laporan keuangan.
4.Produce managerial reports, menghasilkan laporan managerial.

Update The General Ledger (Activity 1)
Journal voucher
Accounting
subsystems
Treasurer
General ledger
Update the
general ledger
Journal entry
Journal� entry




















Post Adjusting Entries��� (Activity 2)
Aktivitas kedua pada general ledger system melibatkan posting terhadap berbagai macam adjusting entries. Adjusting entries awalnya berasal dari controller�s office, setelah trial� balance disiapkan.
Lima katagori dasar adjusting entries:
o Accruals (wages payable)
o Deferrals (rent, interest, insurance)
o Estimates (depreciation)
o Revaluation (change in inventory method)
o Corrections
Controller
Journal voucher
Post adjusting
entries
Prepare financial
statements
Adjusting� entries
Financial statements
Adjusted trial balance


Prepare Financial Statements (Activity 3)
Aktivitas yang ketiga dari general ledger dan reporting system melibatkan persiapan pembuatan laporan keuangan (financial statements).
o Pertama mempersiapkan laporan laba-rugi.
o Berikutnya membuat neraca (balance sheet).
o Dan terakhir membuat laporan arus kas (cash flows).

Produce Managerial Reports (Activity 4)
Aktivitas final [ada GL dan reporting system adalah membuat berbagai macam laporan managerial, yaitu:
1. General ledger control reports
2. Budgets

Contoh control reports:
o Daftar journal vouchers yang diurutkan (secara numerical sequence, account number, atau date)
o Daftar neraca saldo GL
Contoh budgets:
o Operating budget
o Capital expenditures budget
Budgets dan performance reports dapat dikembangkan atas dasar responsibility accounting. Yang dimaksud dengan responsibility accounting adalah laporan keuangan yang dihasilkan dari pertanggung jawaban managerial terhadap organisasi yang dikelolah.

Pengendalian: Tujuan, Ancaman dan Prosedur
Tujuan pengendalian pada GL dan reporting system adalah:
1. Peng-update-tan GL untuk diotorisasi dengan tepat.
2. Pencatatan GL transactions secara valid.
3. Valid, authorized GL transaction telah dicatat.
4. GL transactions telah dicatat secara akurat.
5. General ledger data diamankan dari kehilangan dan pencurian.
6. General ledger system activities telah dilakukan secara efektif dan efisien.

Ancaman� dan Pengendalian pada Buku Besar dan Sistem Pelaporan
Process/Activity Threat Applicable Control Procedures
Updating the general ledger Errors Input and processing controls; reconciliations and control reports; audit trail
Access to general ledger Loss of confidential data and/or concealment of theft Access controls; audit trail
Loss or destruction of the general ledger Loss of data and assets Backup and disaster recovery procedures
Threat 1:� Errors in Updating the General Ledger
Error terjadi pada update GL dapat menyebabkan kesulitan dalam dasar pengambilan keputusan pada laporan performansi keuangan (financial performance reports).� Prosedur Pengendalian terbagi menjadi tiga katagori:
1. Edit input dan pengendalian proses
2. Rekonsiliasi dan control reports
3. Perawatan yang tepat dari audit trail
Terdapat dua sumber journal entries yang digunakan untuk updating GL:�
1. Summary journal entries from other AIS cycles
2. Direct entries made by the treasurer or controller

Edit Input dan Pengendalian Proses
Journal entries dikontrol pada saat pengentrian data awal.� Beberapa tipe dari edit input dan pengendalian proses dibutuhkan untuk menjamin journal entries telah akurat dan lengkap:
o Validity Check
o Zero-balance checks
o Closed-loop verification
o Calculation run-to-run totals to verify accuracy of journal voucher batch processing
o Field Checks
o Completeness test
o Standard adjusting entry file for recurring adjusting entries made each period
o Sign check

Reconciliation and Control Report
Rekonsiliasi dan laporan pengendalian dapat dideteksi jika terdapat kesalahan dibuat selama proses peng-update GL:
o Persiapan of the trial balance
o Membandingkan general ledger control account balances terhadap total balance pada corresponding ledger

Threat 2:� Unauthorized Access to the General Ledger
Unauthorized access dapat mengakibatkan kebocora data penting ke tangan kompetitor atau korupsi data terhadap GL. Hal ini sama dengan pencurian aset berupa data.
Pengendalianterhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan cara:
o User IDs and passwords
o Read-only access to the general ledger
o System checks of authorization codes for each journal voucher record before posting

Threat 3:� Loss or Destruction of the General Ledger
Pembackupan dan prosedur penanganan bencana harus dilakukan untuk memproteksi GL. Pembackupan meliputi:
1. Penggunaan label file internal dan eksternal
2. Pembackupan secara legular terhadap GL

Model Data Terintegrasi
Integrated enterprise-wide data model merupakan gabungan dari data model.
(1, 1)
Cash
disbursements
Cash
receipts
(1, N)
Cash
(1, N)
(1, 1)









(1, N)
(1, N)
Cash
Pay
employees
Issue
stock
Dividend
payment
Debt
payment
Issue
debt
(0, N)
(0, N)
(0, N)
(0, N)
(1, 1)
(0, N)
(1, 1)
(1, 1)
(1, 1)
(1, 1)













Keuntungan dari Model data terintegrasi
Keuntungan dari Integrated data model:
o Mendukung peningkatkan pengambilan keputusan
o Mengintegrasikan informasi finansial dan non finansial
o Peningkatan laporan internal
Mengembangkan virtual value chain yang terjadi pada tahap visibility, mirroring, dan Building new customer relationships.

Balanced Scorecard
Balanced scorecard adalah:
o Laporan yang menyediakan prespektik multidimensi A report that provides a multidimensional perspective of organizational performance
o It contains measures reflecting four perspectives of the organization:
� Financial
� Customer
� Internal operations
� Innovation and learning

Data Warehouses
Data warehouses, berisi mengenai data sekatang dan data historis (current and historical data), yang disediakan untukmembantu dalam strategi pengambilan keputusan. Transaction-processing databases didesain untuk meminimasi redundancy, data warehouses dibangun untuk memaksimasi efisiensi permintaan (maximize query efficiency). Proses akses data berada pada data warehousing� dan digunakan untuk pengambilan keputusan stratejik, hal ini terkait dengan business intelligence. Teknik utama pada business intelligence are:
o Online Analytical Processing (OLAP)
o Data mining

Opportunities for Using Information Technology
Extensible Business Reporting Language (XBRL) digunakan untuk dua masalah:
o Different requirements for the manner in which information is delivered.
o The need for manual reentry of information into standalone decision analysis tools.
Extensible Business Reporting Language (XBRL) digunakan untuk dua masalah:
o Different requirements for the manner in which information is delivered.
o The need for manual reentry of information into standalone decision analysis tools.

Kesimpulan Kasus
Keputusan apa yang diambil oleh Stephanie Cromwell and Elizabeth Venko? Mereka memutuskan kebutuhan AOE untuk merubah ke sistem GL secara online (online general ledger system). Mereka sepakat bahwa AOE membutuhkan general ledger package that dalam membangun relational database.

DISCLOSURE (Latar Belakang)



Di Indonesia banyak terdapat perusahaan yang telah go public yang menimbulkan ketatnya persaingan usaha. Untuk dapat bersaing, perusahaan dihadapkan pada kondisi yang mendorong mereka untuk dapat lebih transparan dalam mrngungkapkan informasi perusahaannya yang ditunjukkan melalui penyampaian informasi secara berkualitas.
Laporan keuangan merupakan bagian informasi yang wajib disampaikan oleh suatu perusahaan. Standar Akuntansi Keuangan (2004) menyatakan laporan keuangan bertujuan menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan dan kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan. laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan posisi keuangan, catatan atas laporan keuangan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan, di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.
Laporan keuangan merupakan mekanisme yang penting bagi manajer untuk berkomunikasi kepada pihak investor karena laporan keuangan dapat merefleksikan tentang bagaimana manajemen telah melaksanakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya dalam penggunaan sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya. (Simanjuntak dan Widiastuti, 2004). Sedangkan bagi pihak luar, seperti investor, kreditor, pemerintah, pelanggan, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya laporan keuangan merupakan jendela informasi untuk melihat kondisi perusahaan. (Fitriany, 2001).
Informasi dalam laporan keuangan, bagi investor digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk melakukan investasi sedangkan bagi kreditor, informasi dalam laporan keuangan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk memberikan atau memperpanjang kredit yang telah disalurkan kepada debitornya.
Setiap perusahaan publik diwajibkan membuat laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen. Agar laporan tersebut dapat dipahami dan tidak menimbulkan salah interpretasi bagi para pemakai maka laporan tersebut harus memberikan informasi yang memadai.
Informasi yang diperoleh bagi pihak-pihak berkepentingan akan sangat tergantung pada tingkat pengungkapan yang ada dalam laporan keuangan perusahaan. Semakin besar tingkap pengungkapan laporan keuangan maka akan mempermudah para penggunanya untuk mengetahui situasi dan kondisi perusahaan yang sebenarnya.
Pengungkapan yang disampaikan oleh perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu pengungkapan wajib (mandatory disclosure), dan pengungkapan sukarela (voluntary disclosure). Pengungkapan wajib adalah pengungkapan informasi yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Sedangkan pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang melebihi dari yang diwajibkan. Di Indonesia Badan pembuat standar perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM). (Gunawan, 2001).
Praktek pelaporan keuangan di Indonesia selama ini mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dibuat oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Bagi perusahaan yang go public, pihak Bapepam telah mengatur tentang format dan isi laporan keuangan termasuk informasi yang wajib diungkapkan melalui Keputusan Ketua Bapepam nomor 06/PM/2000 peraturan VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 tentang pedoman penyajian laporan keuangan, lalu diperbaharui lagi dengan mengeluarkan Surat Edaran Ketua Bapepam nomor 02/PM/2002 tanggal 27 Desember 2002 tentang pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan emiten atau perusahaan publik.
Tingkat pengungkapan antara industri satu dengan industri lainnya berbeda-beda karena kandungan risiko masing-masing industri memiliki karakteristik yang berbeda. Dalam konteks laporan keuangan penentuan karakteristik perusahaan, antara lain dapat dilihat dari ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, likuiditas, tipe kepemilikan perusahaan, struktur modal, umur perusahaan dan lain-lainnya. Selain karakteristik perusahaan, perbedaan besarnya tingkat pengungkapan dapat dipicu oleh faktor eksternal berupa ukuran kantor akuntan publik dan ukuran komite audit.
Akuntan publik merupakan profesi kepercayaan sehingga dituntut untuk menunjukkan sikap profesionalnya dalam mengungkapkan informasi seluas mungkin kepada masyarakat. Menurut Fuad (2006) dalam penelitiannya menyatakan perusahaan yang diaudit oleh kantor akuntan publik yang memiliki reputasi tinggi (KAP besar) akan mempertahankan reputasinya dengan memberikan kualitas pengauditan yang tinggi pula, dimana hal ini ditunjukkan dengan adanya pengungkapan informasi secara transparan.
Selain akuntan publik, komite audit pun sangat berperan penting terhadap kualitas laporan keuangan, yaitu salah satunya memiliki tugas untuk meningkatkan keterbukaan informasi (transparansi). Diharapkan dengan semakin transparan informasi yang disajikan, maka diharapkan akan meningkatkan keberhasilan bisnis dalam dunia usaha secara berkesinambungan. (Jamin, 2005) dalam (Murtanto dan Indrayanti, 2007).
Peraturan mewajibkan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia memiliki komite audit. Keanggotaan komite audit sekurang-kurangnya 3 anggota, seorang di antaranya komisaris independen sekaligus merangkap sebagai ketua audit, sedangkan pihak lain adalah pihak ekstern yang independen, salah satunya memiliki kemampuan di bidang akuntansi dan keuangan.
Komite audit merupakan yang bertugas membantu fungsi pengawasan dewan komisaris untuk memonitor proses pelaporan keuangan oleh manajemen untuk meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Felo et. Al. (2003) dalam penelitiannya menyatakan bahwa ukuran komite audit mempunyai hubungan positif terhadap kualitas pelaporan keuangan.
Dari beberapa penelitian yang menjelaskan mengenai tingkat pengungkapan dan beberapa faktor yang mempengaruhinya, penelitian ini bermaksud untuk melihat pengaruh karakteristik perusahaan dan faktor eksternal terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan, dimana studi empiris dilakukan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode penelitian tahun 2006. dari penjelasan di atas maka judul yang diambil dalam penelitian ini adalah “Analisis Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Faktor Eksternal terhadap Tingkat Pengungkapan Laporan Keuangan” (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia).       

Motivasi Mario Teguhb

Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan 

Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik. 
 Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan


Tips Motivasi Belajar

1. Bergaul dengan orang-orang yang punya semangat belajar

2. Belajar hal apapun yang disukai

3. Belajar tidak dalam keadaan perut terlalu kenyang ataupun terlalu lapar

4. Bertanya kepada orang yang tepat tentang hal yang tidak diketahui

5. Belajar tidak hanya pada satu sumber dan satu fasilitas.

6. Berceritalah kepada orang yang dapat memotivasimu, jika memiliki masalah  

"Resep sukses: Belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --William A. Ward  

Lihat selengkapnya www.AnneAhira.com